Debat Pamungkas, BHS-Taufik Sampaikan Gagasan Pertanian di Sidoarjo
Rabu, 02 Desember 2020 - 07:40 WIB
loading...
Pasangan BHS-Taufik menyampaikan gagasannya tentang pertanian saat sesi debat terakhir untuk Pilkada Sidoarjo.Foto/ist
A
A
A
SIDOARJO - Sektor pertanian menjadi salah satu paparan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari nomor urut 1 Bambang Haryo Soekartono (BHS) dan Taufiqulbar pada sesi Debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sidoarjo, Selasa (1/12/2020) malam.
Masalah pertanian dijabarkan BHS setelah mendapatkan umpan pertanyaan dari calon pasangan Muhdlor Ali dan Subandi. Pertanyaan tersebut mengarah pada langkah BHS dalam memajukan dan mengangkat derajat para petani di Kabupaten Sidoarjo dan juga meregenerasi para pemuda untuk memiliki ghiroh dalam menekuni bidang yang sama.
Mendapat pertanyaan tersebut, saking semangatnya sontak BHS langsung menjawab sebelum dipersilahkan oleh moderator.
(Baca juga: Lalu Lintas Sidoarjo Macet, Ini Konsep yang BHS-Taufiqulbar untuk Mengatasinya )
"Oh Maaf-maaf belum ya. Ya, jadi kami serius sekali tentang pertanian dimana hampir sebagian besar area pertanian kita paling banyak 1 kali panen dalam setahun, ini akan kita dorong agar bagaimana menggunakan metode yang bagus agar bisa 2 kali panen dalam setahun. Tentunya dengan memperbaiki pola pengairan untuk sawah-sawah petani," jawab BHS dalam sesi Jawab tersebut.
Masalah pertanian dijabarkan BHS setelah mendapatkan umpan pertanyaan dari calon pasangan Muhdlor Ali dan Subandi. Pertanyaan tersebut mengarah pada langkah BHS dalam memajukan dan mengangkat derajat para petani di Kabupaten Sidoarjo dan juga meregenerasi para pemuda untuk memiliki ghiroh dalam menekuni bidang yang sama.
Mendapat pertanyaan tersebut, saking semangatnya sontak BHS langsung menjawab sebelum dipersilahkan oleh moderator.
(Baca juga: Lalu Lintas Sidoarjo Macet, Ini Konsep yang BHS-Taufiqulbar untuk Mengatasinya )
"Oh Maaf-maaf belum ya. Ya, jadi kami serius sekali tentang pertanian dimana hampir sebagian besar area pertanian kita paling banyak 1 kali panen dalam setahun, ini akan kita dorong agar bagaimana menggunakan metode yang bagus agar bisa 2 kali panen dalam setahun. Tentunya dengan memperbaiki pola pengairan untuk sawah-sawah petani," jawab BHS dalam sesi Jawab tersebut.
Lihat Juga :