Ibu Dua Anak Anggota Kowal Ini Gabung Pasukan Garuda ke Lebanon
Selasa, 01 Desember 2020 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
(baca juga: Polri Kirim Pasukan Perdamaian Garuda Bhayangkara II ke Afrika Tengah )
Untuk bergabung misi perdamaian ini tutur, Silvi, awalnya dia mengikuti tes pada Agustus 2020, ters tersebut berupa jasmani, psikologi, dan bahasa Inggris. Hasil tersebut dia dinyatakan lulus lalu melaksanakan pratugas sejak 27 September hingga 28 Oktober 2020 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Setelah keluar hasil tes seminggu saya melaksanakan pratugas, saat keluar hasil tes saya sontak terkejut dan bahagia,” ceritanya.
Meski dia harus meninggalkan anaknya yang baru berusia 3 dan 5 tahun dan tinggal bersama orang tua namun suaminya Serka Ade Surya dari angkatan darat bersama orang tuanya mendukung keberangkatannya tersebut. “Keluarga Insya Allah mendukung, karena ini tugas negara juga. Suami sangat mendukung penuh,” tuturnya.
Kini Silvi masih menunggu keberangkatan ke Lebanon, karena belum ada pemberitahuan namun katanya, pada Senin 7 Desember mendatang seluruh prajurit yang lulus akan dikumpulkan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Nanti kami disana akan melakukan karantina dulu selama 14 hari atau dua minggu sesuai dengan protokol kesehatan, tapi untuk berangkat ke Lebanon belum tahu,” ucapnya.
(baca juga: Ledakan di Beirut Jadi Titik Balik Perubahan Libanon )
Tidak hanya saat ini dia meninggal keluarga dengan karena tugas, ibu lulusan SMA 1 Situjuah Limo Nagari bergabung dengan TNI pada 2007, anak pasangan Effendi dan Aswira ini dinyatakan lulus TNI. “Ya saya hanya ikuti satu tes saja tidak berulang-ulang, jadi satu kali tes saya lulus, kemudian pada tahun 2008 saya bertugas di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT),” terangnya.
Untuk bergabung misi perdamaian ini tutur, Silvi, awalnya dia mengikuti tes pada Agustus 2020, ters tersebut berupa jasmani, psikologi, dan bahasa Inggris. Hasil tersebut dia dinyatakan lulus lalu melaksanakan pratugas sejak 27 September hingga 28 Oktober 2020 di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Setelah keluar hasil tes seminggu saya melaksanakan pratugas, saat keluar hasil tes saya sontak terkejut dan bahagia,” ceritanya.
Meski dia harus meninggalkan anaknya yang baru berusia 3 dan 5 tahun dan tinggal bersama orang tua namun suaminya Serka Ade Surya dari angkatan darat bersama orang tuanya mendukung keberangkatannya tersebut. “Keluarga Insya Allah mendukung, karena ini tugas negara juga. Suami sangat mendukung penuh,” tuturnya.
Kini Silvi masih menunggu keberangkatan ke Lebanon, karena belum ada pemberitahuan namun katanya, pada Senin 7 Desember mendatang seluruh prajurit yang lulus akan dikumpulkan di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian Tentara Nasional Indonesia di Bogor. “Nanti kami disana akan melakukan karantina dulu selama 14 hari atau dua minggu sesuai dengan protokol kesehatan, tapi untuk berangkat ke Lebanon belum tahu,” ucapnya.
(baca juga: Ledakan di Beirut Jadi Titik Balik Perubahan Libanon )
Tidak hanya saat ini dia meninggal keluarga dengan karena tugas, ibu lulusan SMA 1 Situjuah Limo Nagari bergabung dengan TNI pada 2007, anak pasangan Effendi dan Aswira ini dinyatakan lulus TNI. “Ya saya hanya ikuti satu tes saja tidak berulang-ulang, jadi satu kali tes saya lulus, kemudian pada tahun 2008 saya bertugas di Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT),” terangnya.
Lihat Juga :