Kisah Tragis Laka Cipali, Saepudin Susul Istri Usai Peringatan 100 Hari

loading...
Kisah Tragis Laka Cipali, Saepudin Susul Istri Usai Peringatan 100 Hari
Almarhum Sepudin Zuhri sempat mendapat penanganan medis di IGD Radjak Hospital Purwakarta sebelum akhirnya meninggal dunia. Foto/SINDOnews/Asep Supiandi
PURWAKARTA - Sebanyak 10 orang menjadi korban tewas dalam kecelakaan maut di Tol Cipali , Senin (30/11/2020). Salah satunya Saepudin Zuhri (41) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Keses, Kabupaten Pekalongan, Jateng.

Peringatan 100 hari meninggalnya Darti beberapa waktu lalu menjadi pertanda bagi Saepudin Zuhri untuk menyusul istri tercintanya itu. Bapak dua anak harus menghembuskan nafas terakhirnya setelah menjadi korban kecelakaan maut di Tol Cipali Km 78 A (dari Jakarta arah Palimanan).

(Baca juga: Tak Hanya Angkut Penumpang, Travel Maut di Tol Cipali Ternyata Bawa Ini Juga)

Sepudin yang sehari-harinya berprofesi sebagai pembuat sumur bor itu menjadi satu dari 10 korban yang meninggal dunia akibat dari kecelakaan tersebut. Dia meninggal saat dalam penanganan medis di Radjak Hospital, Purwakarta. Saat kejadian, Saepudin hendak pulang ke kampung halamannya untuk bertemu kedua anaknya yang sejak sepekan lalu ditinggal ke Jakarta.

(Baca juga: Jenazah Kiai Ahmad Baidowi Masih Utuh Setelah 3 Tahun, Ini Amalan dan Wasiatnya)

Pihak keluarga pun langsung datang ke Radjak Hospital di Jalan Raya Bumgursari sekitar pukul 10.30 WIB. Begitu datang ke rumah sakit, kakak dan keponakan almarhum langsung menuju kamar jenazah yamg posisinya berada di bagian belakang rumah sakit.

Isak tangis pun menyeruak begitu melihat Saepudin sudah terbujur kaku berbungkus kain warna hijau. "Saya mendapat kabar tadi pagi. Kebetulan saya keponakan almarhum dan tinggal di Cikarang. Tapi keluarga di Pekalongan sudah dikasih tahu. Sebelumnya saya tidak dengan paman. Meski seminggu yang lalu sempat ada acara 100 hari meninggalnya bibi Darti," ungkap keponakan korban, Slamet Budi Santoso (27) warga Perum Wahana Des, Sukadami, Cikrarang Selatan, Senin (30/11/2020).



Rencananya, jenazah almarhum hari imi juga dibawa pulang untuk dimakamkan di kampung halaman. "Iya mau dibawa pulang ke Pekalongan biar bisa dimakamkan di sana," ungkap kakak korban, Wasih sembari terduduk lemas di bangku kamar jenazah.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top