Kucing-kucingan Pemudik Hindari Petugas, Jalur Tikus Jadi Rute Mudik

Selasa, 12 Mei 2020 - 07:25 WIB
loading...
Kucing-kucingan Pemudik...
Ratusan mobil travel dikandangkan Polda Metro Jaya karena mengangkut pemudik keluar Jakarta. Foto/Antara
A A A
JAKARTA - Banyak cara yang dilakukan kendaraan travel dan pribadi "nakal" membuka jasa antarpenumpang untuk mudik ke kampung halaman meski larangan mudik sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Buruknya potret tersebut terekam dalam Operasi Ketupat 2020 yang digelar jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya. Tercatat sejak Jumat (8/5/2020) hingga Minggu (10/5/2020) atau selama tiga hari, diamankan 202 kendaraan travel ilegal.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, 202 kendaraan travel ilegal yang diamankan berpelat hitam. Kendaraan tersebut mulai minibus hingga kendaraan pribadi. “Dari hasil operasi tanggal 8 Mei, kita amankan kendaraan pelat hitam semua. Mereka coba cari keuntungan yang seharusnya tidak seperti itu. Ada 202 travel gelap yang berhasil kita amankan dalam kurun waktu tiga hari itu,” kata Yusri di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, kemarin. (Baca: Nekat Angkut Penumpang Mudik, Polda Metro Jaya Tindak 228 Kendaraan Travel)

Yusri menuturkan, travel ilegal tersebut menawarkan biaya perjalanan di atas harga normal mulai Rp500.000 hingga Rp700.000. Mereka mencoba lolos lewat jalur tikus yang sudah di-mapping kepolisian. “Menarik, mereka mengambil keuntungan pembayaran sampai Rp500.000, ada Rp700.000 sampai Brebes,” ujar Yusri.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menambahkan, sebagian besar kendaraan travel yang tertangkap terjaring operasi penyekatan. Mereka berupaya menyelundupkan warga yang hendak mudik ke kampung halaman melalui jalur tikus. “Kita amankan mereka, ada yang di tol, arteri, dan paling banyak di jalur tikus. Kita sudah mapping pergerakan mereka dan bisa kita amankan di jalur-jalur tersebut," ungkapnya.

Dia mengatakan, para pengemudi travel ilegal ini menawarkan jasanya melalui media sosial. Ada yang di Facebook, Instagram, dan sebagainya, termasuk juga sebagian ditawari dari mulut ke mulut. “Jadi, ada beberapa yang memang sudah bisa sekali dua kali antar ke Jawa, kemudian balik lagi ke Jakarta dan mengantar lagi," ungkapnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Geram Difitnah Somasi...
Geram Difitnah Somasi Ibu, Ratu Sofya Resmi Laporkan Produser Film ke Polda Metro Jaya
Surya Saputra Datangi...
Surya Saputra Datangi Polda Metro Jaya, Laporkan Pencatutan Identitas di Medsos
Ratu Sofya Sambangi...
Ratu Sofya Sambangi Polda Metro Jaya, Ada Apa?
Rekomendasi
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
Fokus Belanja Negara
Fokus Belanja Negara
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
Berita Terkini
BMKG: Peringatan Dini...
BMKG: Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Filipina Berakhir
Tsunami Tercatat di...
Tsunami Tercatat di 9 Wilayah Indonesia Pascagempa M7,7 di Filipina
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
10 Sampel DNA Keluarga...
10 Sampel DNA Keluarga Korban Ledakan Bom Peninggalan PD II di Biak Dikirim ke Puslabfor
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Infografis
6 Link CCTV Online untuk...
6 Link CCTV Online untuk Bantu Pemudik Memantau Arus Mudik 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved