Aktivitas Terus Meningkat, 4 Gunung di Indonesia Berstatus Siaga
Senin, 30 November 2020 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara merupakan salah satu gunungapi di Indonesia yang paling sering erupsi.
(Baca juga: Bisnis Makin Moncer, Kenali Tantangan dan Peluang Startup Ini)
Erupsi terakhirnya terjadi pada tahun 2016 dimana pusat erupsinya saat itu di Kawah Utama (Kawah Selatan) dan ancaman bahaya utamanya berupa guguran lava maupun awan panas guguran ke arah Timur-Tenggara dan Barat daya.
Pada erupsinya di tahun 2015, dilakukan evakuasi Desa Kola-kola di Wilayah Bebali (sebelah Timur-Tenggara G. Karangetang).
Pasca evakuasi, desa ini terlanda awan panas guguran sehingga kemudian desa ini direlokasi. Setelah 2 tahun tidak erupsi, kini Gunung Karangetang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
(Baca juga: Kegiatan Megamendung Habib Rizieq Masuk Penyidikan, Polda Bakal Panggil Saksi)
Hingga November, ternyata 3 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 8-18 mm, dan lama gempa 20-36 detik. 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-3 mm, dominan 1 mm.
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km. Dan dari kawah utama sejauh 3 km ke arah barat.
(Baca juga: Bisnis Makin Moncer, Kenali Tantangan dan Peluang Startup Ini)
Erupsi terakhirnya terjadi pada tahun 2016 dimana pusat erupsinya saat itu di Kawah Utama (Kawah Selatan) dan ancaman bahaya utamanya berupa guguran lava maupun awan panas guguran ke arah Timur-Tenggara dan Barat daya.
Pada erupsinya di tahun 2015, dilakukan evakuasi Desa Kola-kola di Wilayah Bebali (sebelah Timur-Tenggara G. Karangetang).
Pasca evakuasi, desa ini terlanda awan panas guguran sehingga kemudian desa ini direlokasi. Setelah 2 tahun tidak erupsi, kini Gunung Karangetang kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik.
(Baca juga: Kegiatan Megamendung Habib Rizieq Masuk Penyidikan, Polda Bakal Panggil Saksi)
Hingga November, ternyata 3 kali gempa Hembusan dengan amplitudo 8-18 mm, dan lama gempa 20-36 detik. 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 0.5-3 mm, dominan 1 mm.
Masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral dari Kawah Dua ke arah Barat Laut-Utara sejauh 4 km. Dan dari kawah utama sejauh 3 km ke arah barat.
(boy)
Lihat Juga :