Terjadi Guguran Lava Pijar Sejauh 1 Km Dari Kawah Semeru, Warga Diminta Waspada
Minggu, 29 November 2020 - 20:19 WIB
loading...
A
A
A
Kejadian luncuran lava pijar dan awan panas dari kawah Jonggring Saloko, juga pernah terjadi pada bulan April 2020. Saat ini, masyarakat juga diimbau lebih waspada terhadap bahaya sekunder dari Gunung Semeru, utamanya saat terjadi hujan di kawasan puncak.
(Baca juga: Gempa Dangkal Bermagnitudo 4,9 Mengguncang Wilayah Sukabumi )
Saat di kawasan puncak terjadi hujan lebat, dikawatirkan bisa memicu luncuran material vulkanik yang saat ini menumpuk di puncak. Sewaktu-waktu material vulkanik tersebut bisa meluncur ke bawah, melalui aliran-aliran sungai yang berhulu di kawasan Gunung Semeru.
![Terjadi Guguran Lava Pijar Sejauh 1 Km Dari Kawah Semeru, Warga Diminta Waspada]()
Liswanto menyebutkan, sejak tahun 2010, di kawah Jonggring Seloko, yang merupakan kawah termuda Gunung Semeru, terus mengalami fase pembentukan kubah lava. Kubah lava terus tumbuh, dan kondisinya labil, sehingga ketika terjadi dorongan energi dari dalam kawah gunung, atau terkena gerusan air hujan dengan intensitas tinggi, bisa runtuh dan meluncur ke bawah menjadi lahar hujan.
Selain lahar hujan, bahaya bencana skunder yang perlu diwaspadai dari Gunung Semeru, menurut Liswanto adalah semburan material vulkanik yang dipicu oleh dorongan energi dari dalam kawah.
Material vulkanik ini, menurutnya bisa mengganggu jalur penerbangan pesawat dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang, karena sebaran material vulkaniknya berada di kawasan jalur penerbangan. "Ini yang selalu kami pantau dan waspadai, demi keselamatan penerbangan," ungkapnya.
(Baca juga: Tangis Bahagia Pecah di Papua, Saat Prajurit Kostrad Bantu Kelahiran Bayi Secara Darurat )
(Baca juga: Gempa Dangkal Bermagnitudo 4,9 Mengguncang Wilayah Sukabumi )
Saat di kawasan puncak terjadi hujan lebat, dikawatirkan bisa memicu luncuran material vulkanik yang saat ini menumpuk di puncak. Sewaktu-waktu material vulkanik tersebut bisa meluncur ke bawah, melalui aliran-aliran sungai yang berhulu di kawasan Gunung Semeru.

Liswanto menyebutkan, sejak tahun 2010, di kawah Jonggring Seloko, yang merupakan kawah termuda Gunung Semeru, terus mengalami fase pembentukan kubah lava. Kubah lava terus tumbuh, dan kondisinya labil, sehingga ketika terjadi dorongan energi dari dalam kawah gunung, atau terkena gerusan air hujan dengan intensitas tinggi, bisa runtuh dan meluncur ke bawah menjadi lahar hujan.
Selain lahar hujan, bahaya bencana skunder yang perlu diwaspadai dari Gunung Semeru, menurut Liswanto adalah semburan material vulkanik yang dipicu oleh dorongan energi dari dalam kawah.
Material vulkanik ini, menurutnya bisa mengganggu jalur penerbangan pesawat dari Bandara Abdulrachman Saleh Malang, karena sebaran material vulkaniknya berada di kawasan jalur penerbangan. "Ini yang selalu kami pantau dan waspadai, demi keselamatan penerbangan," ungkapnya.
(Baca juga: Tangis Bahagia Pecah di Papua, Saat Prajurit Kostrad Bantu Kelahiran Bayi Secara Darurat )
Lihat Juga :