Margaretha Mala, Milenial Tana Bentarum Pelestari Pewarna Alami Tenun Dayak Iban
Sabtu, 28 November 2020 - 01:09 WIB
loading...
A
A
A
(baca juga: Tiga Desa di Kapuas Hulu Sabet Gelar Proklim Utama 2020 )
Untuk diketahui, Margaretha Mala juga turut andil dalam pelestarian atau konservasi tumbuhan pewarna alam sebagai bahan untuk mewarnai benang tenun. Bersama ibu–ibu dan remaja putri Dusun Sadap, Margaretha bahkan ikut serta dalam kegiatan penanaman tanaman pewarna alam di Kebun Etnobotani Dusun Sadap.
Adapun program ini, sudah sejak 2018 dirintis oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum). Makanya, prestasi yang diraih Margaretha ini turut mengharumkan nama Tana Bentarum di kancah dunia konservasi tanah air.
Patut diakui, misi Margaretha Mala untuk menjaga kelestarian budaya dan tradisi luhur nenek moyang dalam penggunaan pewarna alami untuk wastra atau kain tradisional secara lestari, sungguh sangat luar biasa.
Bahkan, sebagai Wakil Ketua Kelompok Pengrajin Tenun Sadap, ia mampu mendorong ibu–ibu dusun Sadap untuk terus menggunakan pewarna alami. Selain bahannya mudah didapat, penggunaan pewarna alami untuk kain tenun juga menghindari pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah kimia.
Bagi Margaretha sendiri, penghargaan yang diraihnya sebagai pemantik semangatnya untuk terus melakukan upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Dan ia pun berharap semoga tradisi menenun dengan pewarna alami ini dapat terus dilestarikan dan digemari oleh generasi muda.
Untuk diketahui, Margaretha Mala juga turut andil dalam pelestarian atau konservasi tumbuhan pewarna alam sebagai bahan untuk mewarnai benang tenun. Bersama ibu–ibu dan remaja putri Dusun Sadap, Margaretha bahkan ikut serta dalam kegiatan penanaman tanaman pewarna alam di Kebun Etnobotani Dusun Sadap.
Adapun program ini, sudah sejak 2018 dirintis oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum). Makanya, prestasi yang diraih Margaretha ini turut mengharumkan nama Tana Bentarum di kancah dunia konservasi tanah air.
Patut diakui, misi Margaretha Mala untuk menjaga kelestarian budaya dan tradisi luhur nenek moyang dalam penggunaan pewarna alami untuk wastra atau kain tradisional secara lestari, sungguh sangat luar biasa.
Bahkan, sebagai Wakil Ketua Kelompok Pengrajin Tenun Sadap, ia mampu mendorong ibu–ibu dusun Sadap untuk terus menggunakan pewarna alami. Selain bahannya mudah didapat, penggunaan pewarna alami untuk kain tenun juga menghindari pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah kimia.
Bagi Margaretha sendiri, penghargaan yang diraihnya sebagai pemantik semangatnya untuk terus melakukan upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia. Dan ia pun berharap semoga tradisi menenun dengan pewarna alami ini dapat terus dilestarikan dan digemari oleh generasi muda.
Lihat Juga :