Angka COVID-19 Meningkat, Pasar Minggu Kota Probolinggo Ditutup Sementara
Jum'at, 27 November 2020 - 14:47 WIB
loading...
Penandatanganan SKB, antara Wali Kota Hadi Zainal Abidin, Wakapolresta Kompol Teguh Santoso, Kasi Datun Elan Jaelani, Danramil Wonoasih Kapten Inf Abu Kuswari serta perwakilan Pengadilan Negeri di Command Center, Jumat(17/11/2020). Foto/SINDOnews/Hana
A
A
A
PROBOLINGGO - Kegiatan Pasar Sabtu Minggu (Tugu) di kawasan bebas kendaraan bermotor sekitaran Alun-alun Kota Probolinggo ditutup sementara.
Keputusan ini ditandai dengan pelaksanakan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB), antara Wali Kota Hadi Zainal Abidin , Wakapolresta Kompol Teguh Santoso, Kasi Datun Elan Jaelani, Danramil Wonoasih Kapten Inf Abu Kuswari serta perwakilan Pengadilan Negeri di Command Center, Jumat(17/11/2020)
Kebijakan ini untuk melindungi masyarakat dari paparan COVID-19, sehingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo mengambil langkah dengan meminimalisir terjadinya kerumunan.
Melihat perkembangan yang ada, pada 25 Oktober angka terkonfirmasi masih sekitar 4 orang tetapi di 27 November ada 63 pasien yang dirawat. Penambahan secara signifikan ini terjadi setelah libur panjang, beberapa waktu lalu.
“Saya harap masyarakat memahami, kebijakan ini bukan sesuka hati tetapi melihat fakta bahwa COVID-19 ada dan perkembangannya tinggi di Kota Probolinggo. Penutupan ini tidak menuntut kemungkinan di area lain juga. Tapi kalau (angka COVID-19) sudah turun, aktivitas bisa kita mulai lagi,” ujar Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.
Habib Hadi juga berpesan kepada masyarakat, kegiatan yang melibatkan massa agar diatur dan diminimalisir jangan sampai terlalu banyak.
(Baca juga: Kenalan di Pasar, Pria 29 Tahun Ini Sumringah Nikahi Nenek 76 Tahun)
Keputusan ini ditandai dengan pelaksanakan penandatanganan Surat Keputusan Bersama (SKB), antara Wali Kota Hadi Zainal Abidin , Wakapolresta Kompol Teguh Santoso, Kasi Datun Elan Jaelani, Danramil Wonoasih Kapten Inf Abu Kuswari serta perwakilan Pengadilan Negeri di Command Center, Jumat(17/11/2020)
Kebijakan ini untuk melindungi masyarakat dari paparan COVID-19, sehingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo mengambil langkah dengan meminimalisir terjadinya kerumunan.
Melihat perkembangan yang ada, pada 25 Oktober angka terkonfirmasi masih sekitar 4 orang tetapi di 27 November ada 63 pasien yang dirawat. Penambahan secara signifikan ini terjadi setelah libur panjang, beberapa waktu lalu.
“Saya harap masyarakat memahami, kebijakan ini bukan sesuka hati tetapi melihat fakta bahwa COVID-19 ada dan perkembangannya tinggi di Kota Probolinggo. Penutupan ini tidak menuntut kemungkinan di area lain juga. Tapi kalau (angka COVID-19) sudah turun, aktivitas bisa kita mulai lagi,” ujar Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.
Habib Hadi juga berpesan kepada masyarakat, kegiatan yang melibatkan massa agar diatur dan diminimalisir jangan sampai terlalu banyak.
(Baca juga: Kenalan di Pasar, Pria 29 Tahun Ini Sumringah Nikahi Nenek 76 Tahun)
Lihat Juga :