Inspirasi Ibu-ibu PKK Kembangkan Hidroponik di Warga Kampung Becek
Jum'at, 27 November 2020 - 13:25 WIB
loading...
A
A
A
Kegiatan yang dilakukan oleh para srikandi poktan ini menarik perhatian masyarakat. Beberapa kelompok tani lain berkunjung untuk melihat proses kerja kelompok tani yang didirikan sejak tahun 2018 ini. "Kami punya keunggulan untuk pengolahan bunga teleng dan abon lele," tuturnya.
Namun upaya pelestarian lingkungan bukannya tanpa hambatan. Keterbatasan modal dan minimnya prasarana menjadi kendala. "Proses ini semua hasil swadaya masyarakat. Semoga saja bisa berkelanjutan mengelola ini semua," tambahnya.
Relawan Indonesia Bersatu pun berinisiatif menyokong kegiatan ini. Mereka memberikan 200 unit paket budikdamber, 10.000 ekor bibit lele, 2400 pot kangkung, 4 instalasi hidroponik, dan 800 kg pakan lele. Mereka juga memberikan bantuan mesin pembuat abon, penggiling daging, mesin pendingin, serta kompor.
Ketua Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno mengatakan, gagasan urban farming ini merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup. "Kelompok tani D'syafa bisa lebih mandiri karena karena bisa menciptakan pasarnya sendiri," ujar Sandi di lokasi. (Baca juga: Sandiaga Uno Optimis Resesi Berakhir Tahun 2021 dan Terbuka Lapangan Kerja)
Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap, kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM. "Semoga kedepannya target UMKM kelompok tani ini bisa membuka lapangan kerja bagi warga,” jelasnya.
Namun upaya pelestarian lingkungan bukannya tanpa hambatan. Keterbatasan modal dan minimnya prasarana menjadi kendala. "Proses ini semua hasil swadaya masyarakat. Semoga saja bisa berkelanjutan mengelola ini semua," tambahnya.
Relawan Indonesia Bersatu pun berinisiatif menyokong kegiatan ini. Mereka memberikan 200 unit paket budikdamber, 10.000 ekor bibit lele, 2400 pot kangkung, 4 instalasi hidroponik, dan 800 kg pakan lele. Mereka juga memberikan bantuan mesin pembuat abon, penggiling daging, mesin pendingin, serta kompor.
Ketua Relawan Indonesia Bersatu Sandiaga Uno mengatakan, gagasan urban farming ini merupakan inovasi yang memberikan dampak besar bagi keberlangsungan hidup. "Kelompok tani D'syafa bisa lebih mandiri karena karena bisa menciptakan pasarnya sendiri," ujar Sandi di lokasi. (Baca juga: Sandiaga Uno Optimis Resesi Berakhir Tahun 2021 dan Terbuka Lapangan Kerja)
Selain manfaat ekonomi, Sandi berharap, kegiatan ini dapat menguatkan rasa kebersamaan dan menciptakan budaya gotong royong dalam lingkungan tempat tinggal melalui kelompok tani dan usaha UMKM. "Semoga kedepannya target UMKM kelompok tani ini bisa membuka lapangan kerja bagi warga,” jelasnya.
(poe)