Jabar Nihil Klaster Baru Penyebaran COVID-19
Senin, 11 Mei 2020 - 20:17 WIB
loading...
A
A
A
(Baca: Akibat Wabah COVID-19, Warga Jabar Penerima Subsidi Melonjak 38 Juta Jiwa)
Berli meyakinkan, sejauh ini, pihaknya sudah berhasil mengendalikan imported case dengan melakukan penelusuran kontak kemudian melokalisasinya. Dia juga menilai, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berpengaruh besar dalam pengendalian COVID-19.
"PSBB yang mengurangi pergerakan kmasyarakat sampai 30 persen berpengaruh walaupun di beberapa titik check point masih ada penolakan dari masyarakat. Ini akan berpengaruh pada capaian pengendalian," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan upaya pengendalian COVID-19, pihaknya juga menggelar tes swab (PCR) secara masif. Sebanyak 15.500 test kit sudah didistribusikan ke wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) serta Bandung Raya yang notabene merupakan zona merah COVID-19.
"Di tingkat provinsi, kami sudah menggelar 55.000 swab test, seperti hari ini, kami juga menggelar swab test kepada masyarakat yang masih berkumpul, seperti di pasar tradisional," tandasnya.
Berli meyakinkan, sejauh ini, pihaknya sudah berhasil mengendalikan imported case dengan melakukan penelusuran kontak kemudian melokalisasinya. Dia juga menilai, pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) berpengaruh besar dalam pengendalian COVID-19.
"PSBB yang mengurangi pergerakan kmasyarakat sampai 30 persen berpengaruh walaupun di beberapa titik check point masih ada penolakan dari masyarakat. Ini akan berpengaruh pada capaian pengendalian," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan upaya pengendalian COVID-19, pihaknya juga menggelar tes swab (PCR) secara masif. Sebanyak 15.500 test kit sudah didistribusikan ke wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek) serta Bandung Raya yang notabene merupakan zona merah COVID-19.
"Di tingkat provinsi, kami sudah menggelar 55.000 swab test, seperti hari ini, kami juga menggelar swab test kepada masyarakat yang masih berkumpul, seperti di pasar tradisional," tandasnya.
(muh)
Lihat Juga :