Sakit, Pengungsi Gunung Merapi dari Keningar Dijemput Keluarga

loading...
Sakit, Pengungsi Gunung Merapi dari Keningar Dijemput Keluarga
Ilustrasi/SINDOnews/dok
MAGELANG - Empat warga Dusun Banaran, Desa Keningar, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang mengungsi di rumah Kepala Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid dijemput keluarganya.

Mereka dijemput lantaran satu orang diantaranya sakit dan satu orang lagi menyandang disabilitas. Sedangkan dua orang lainnya yang dijemput merupakan pendamping warga yang sakit.

Hingga, Rabu (25/11/2020) jumlah warga Desa Keningar yang masih bertahan di tempat evakuasi akhir (TEA) di Desa Ngrajek sebanyak 107 jiwa.

Sebanyak 53 jiwa warga Dusun Gondangrejo mengungsi di Gedung sekolah SDN 1 Ngrajek dan 54 jiwa warga Dusun Banaran mengungsi di di Rumah Kades Ngrajek.



Informasi yang dihimpun wartawan, Rabu (25/11/2020), hingga pagi ini jumlah warga lereng Gunung Merapai di wilayah Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang yang masih berada di tempat pengungsian sebanyak 812 jiwa. (Baca juga: Aktivitas Meningkat Tanda Erupsi Sudah Dekat, Namun Diprediksi Tidak Sebesar 2010)

Mereka mengungsi di 9 titik TEA yang berada di Kecamatan Muntilan, Mertoyudan dan Ngrajek. Sebanyak 812 jiwa yang mengungsi terdiri dari 476 warga Desa Paten, 177 warga Desa Krinjing, 112 warga Desa Ngargomulyo dan 107 warga Desa Keningar. (Baca juga: Tugas Pengamanan Pilkada, Puluhan Personil Polres Salatiga Jalani Tes Swab)

Sebenarnya, Desa Keningar di luar rekomendasi prakiraan bahaya BPPTKG. Namun, atas dasar rasa takut dan trauma akibat kejadian erupsi Gunung Merapi pada 2010 silam, maka pemerintah Desa Keningar memfasilitasi evakuasi pengungsian warga yang tergolong rentan terhadap bahaya bencana alam tersebut.
(boy)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top