Dinilai Menghina Ketua PWI, Tokoh Partai Golkar Lampung Bakal Dipolisikan
Minggu, 22 November 2020 - 05:24 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Sekretaris PWI Lampung Nizwar menyatakan, berdasarkan rapat pleno yang dihadiri pengurus dan ketua 14 kabupaten dan kota dihasilkan tiga poin. Pertama, jawaban Alzier melalui kuasa hukumnya tidak memenuhi subtansi somasi yang dilayangkan PWI sebelumnya.
Kedua, pengurus PWI Lampung bersama Ketua PWI kabupaten dan kota memberi kesempatan waktu 2 x 24 jam kepada Alzier untuk meminta maaf secara terbuka. Selanjutnya, ketika poin kedua tidak diindahkan maka PWI Lampung akan melaporkan persoalan itu ke Polda Lampung . "Jadi, tiga poin itulah hasil keputusan rapat pleno hari ini," kata Nizwar.
Sebelumnya, Alzier menyebut Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian bodoh, tolol, dan combro . Ucapan tidak beretika itu disampaikan dalam diskusi bertema "Menyoal Kekerasan Verbal Pejabat di Lampung " yang disiarkan melalui akun media sosial (YouTube). (Baca juga: Kisah Pengorbanan Ki Ageng Cukil Wanakusuma, Serahkan Hidup Demi Rakyat dan Syiar Islam )
Sayang, pernyataan Alzier sebagai tokoh politik relatif melenceng dari topik pembahasan. Dia lebih banyak menyinggung pribadi Ketua PWI Supriyadi Alfian, ketimbang kekerasan verbal pejabat di Lampung .
Kedua, pengurus PWI Lampung bersama Ketua PWI kabupaten dan kota memberi kesempatan waktu 2 x 24 jam kepada Alzier untuk meminta maaf secara terbuka. Selanjutnya, ketika poin kedua tidak diindahkan maka PWI Lampung akan melaporkan persoalan itu ke Polda Lampung . "Jadi, tiga poin itulah hasil keputusan rapat pleno hari ini," kata Nizwar.
Sebelumnya, Alzier menyebut Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian bodoh, tolol, dan combro . Ucapan tidak beretika itu disampaikan dalam diskusi bertema "Menyoal Kekerasan Verbal Pejabat di Lampung " yang disiarkan melalui akun media sosial (YouTube). (Baca juga: Kisah Pengorbanan Ki Ageng Cukil Wanakusuma, Serahkan Hidup Demi Rakyat dan Syiar Islam )
Sayang, pernyataan Alzier sebagai tokoh politik relatif melenceng dari topik pembahasan. Dia lebih banyak menyinggung pribadi Ketua PWI Supriyadi Alfian, ketimbang kekerasan verbal pejabat di Lampung .
(eyt)
Lihat Juga :