Sensasi Makan Ala Kapal Titanic di Genangan Air Bendungan Saguling
Sabtu, 21 November 2020 - 20:44 WIB
loading...
Restoran terapung Napak Sancang di Kabupaten Bandung Barat yang menawarkan sensasi makan di kapal Titanic. Foto: SINDOnews/Adi Haryanto
A
A
A
BANDUNG BARAT - Beragam kreasi dan inovasi unik dilakukan para pebisnis serta pelaku usaha untuk menarik konsumen datang. Bukan hanya di daratan, permukaan air pun celah pintu rezeki yang sangat menjanjikan ketika dikemas dengan konsep yang tepat.
Ide gila, pemikiran 'out of the box', membuat restoran terapung di genangan air bendungan Saguling awalnya dipandang sebagai hal yang mustahil. Namun berkat ketekunan, kerja keras, dan keyakinan akhirnya, restoran terapung dengan nama Napak Sancang bisa terwujud. ( Pusat Kuliner Banyuasin Akan Dihidupkan Kembali)
"Awalnya banyak yang menyangsikan dan menganggap ide saya (restoran terapung) ini gila. Tapi saya tidak hiraukan itu, karena untuk maju selain butuh modal, diperlukan juga keyakinan," terang pemilik Napak Sancang, Aep Nurdin dalam perbincangannya dengan SINDOnews, Sabtu (21/11/2020).
Dirinya mulai merintis dari nol membangun dermaga dan restoran terapung di tahun 2013. Lahan yang dipakai adalah hamparan genangan bendungan Saguling di Kampung Sayuran, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Idenya muncul saat dirinya sedang berdiri di tepian bendungan dan mandang luas hamparan air. Saat itu terpikir bagaimana memanfaatkan permukaan air menjadi ladang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Akhirnya tercetuslah membuat rumah makan terapung.( Wisata ke Bandung Barat, Awas Bahaya Longsor di Jalur Wisata )
Diawali dengan bangunan kecil sederhana, setapak demi setapak respons konsumen sangat positif. Akhirnya restoran terapung mengalami pelebaran dan perubahan bentuk menjadi seperti sebuah perahu yang sedang mengapung. Kini luas restoran terapung Napak Sancang sudah mencapai 5.000 meter persegi, dengan panjang 100 meter dan lebar 25 meter.
"Di sini kami menjual makanan khas ikan bakar/goreng, ayam bakar/goreng, nasi timbel, dan beragam menu khas sunda. Semuanya disajikan dadakan dan ikannya juga dijaring dadakan, pengunjung bisa milih," ucapnya.
Ide gila, pemikiran 'out of the box', membuat restoran terapung di genangan air bendungan Saguling awalnya dipandang sebagai hal yang mustahil. Namun berkat ketekunan, kerja keras, dan keyakinan akhirnya, restoran terapung dengan nama Napak Sancang bisa terwujud. ( Pusat Kuliner Banyuasin Akan Dihidupkan Kembali)
"Awalnya banyak yang menyangsikan dan menganggap ide saya (restoran terapung) ini gila. Tapi saya tidak hiraukan itu, karena untuk maju selain butuh modal, diperlukan juga keyakinan," terang pemilik Napak Sancang, Aep Nurdin dalam perbincangannya dengan SINDOnews, Sabtu (21/11/2020).
Dirinya mulai merintis dari nol membangun dermaga dan restoran terapung di tahun 2013. Lahan yang dipakai adalah hamparan genangan bendungan Saguling di Kampung Sayuran, Desa Mekar Mukti, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Idenya muncul saat dirinya sedang berdiri di tepian bendungan dan mandang luas hamparan air. Saat itu terpikir bagaimana memanfaatkan permukaan air menjadi ladang usaha dan membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar. Akhirnya tercetuslah membuat rumah makan terapung.( Wisata ke Bandung Barat, Awas Bahaya Longsor di Jalur Wisata )
Diawali dengan bangunan kecil sederhana, setapak demi setapak respons konsumen sangat positif. Akhirnya restoran terapung mengalami pelebaran dan perubahan bentuk menjadi seperti sebuah perahu yang sedang mengapung. Kini luas restoran terapung Napak Sancang sudah mencapai 5.000 meter persegi, dengan panjang 100 meter dan lebar 25 meter.
"Di sini kami menjual makanan khas ikan bakar/goreng, ayam bakar/goreng, nasi timbel, dan beragam menu khas sunda. Semuanya disajikan dadakan dan ikannya juga dijaring dadakan, pengunjung bisa milih," ucapnya.
Lihat Juga :