Kisah Pengorbanan Ki Ageng Cukil Wanakusuma, Serahkan Hidup Demi Rakyat dan Syiar Islam
Sabtu, 21 November 2020 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
" Ki Ageng Cukil berasal dari Magelang dan pernah menjadi prajurit di Yogyakarta. Karena kegelisahannya melihat penderitaan rakyat, Ki Ageng Cukil lantas meninggalkan Yogyakarta dan bergerilya menumpas Belanda bersama sejumlah pengikutnya. Selama bergerilya beliau juga menyebarkan syiar agama Islam. Hingga akhirnya sampai di tempat ini (Cukilan)," terangnya.
Di tempat yang kini bernama Desa Cukilan inilah, Ki Ageng Cukil membuat pesanggrahan hingga akhirnya beliau wafat. Sebelum wafat, Ki Ageng Cukil mengumpulkan para pengikutnya untuk berunding mengenai kelanjutan perjuangan dan pemberian nama pesanggrahan tersebut.
Atas usulan para pengikut, akhirnya diputuskan bahwa pesanggrahan yang mereka tempati tersebut diberi nama Cukilan. Hingga kini, masyarakat Desa Cukilan masih mengenang jasa Ki Ageng Cukil dengan melakukan tradisi Saparan. (Baca juga: Eri Cahyadi-Armudji Dapat Suntikan Dukungan Dari Barisan Soekarnois )
Saparan dilaksanakan saat haul Ki Ageng Cukil Wanakusuma yang jatuh pada bulan Safar. "Kalau hari biasa, memang satu dua pengunjung yang datang, itupun tidak setiap hari. Baru ramai kalau pas ada tradisi saparan untuk mengenang haul Ki Ageng Cukil yang jatuh pada bulan Safar," terangnya.
Di tempat yang kini bernama Desa Cukilan inilah, Ki Ageng Cukil membuat pesanggrahan hingga akhirnya beliau wafat. Sebelum wafat, Ki Ageng Cukil mengumpulkan para pengikutnya untuk berunding mengenai kelanjutan perjuangan dan pemberian nama pesanggrahan tersebut.
Atas usulan para pengikut, akhirnya diputuskan bahwa pesanggrahan yang mereka tempati tersebut diberi nama Cukilan. Hingga kini, masyarakat Desa Cukilan masih mengenang jasa Ki Ageng Cukil dengan melakukan tradisi Saparan. (Baca juga: Eri Cahyadi-Armudji Dapat Suntikan Dukungan Dari Barisan Soekarnois )
Saparan dilaksanakan saat haul Ki Ageng Cukil Wanakusuma yang jatuh pada bulan Safar. "Kalau hari biasa, memang satu dua pengunjung yang datang, itupun tidak setiap hari. Baru ramai kalau pas ada tradisi saparan untuk mengenang haul Ki Ageng Cukil yang jatuh pada bulan Safar," terangnya.
Lihat Juga :