Kisah Pengorbanan Ki Ageng Cukil Wanakusuma, Serahkan Hidup Demi Rakyat dan Syiar Islam
Sabtu, 21 November 2020 - 13:34 WIB
loading...
A
A
A
Soleh menjelaskan, dalam tradisi saparan tersebut, dimulai dari perjalanan usung usungan rangkaian sesaji (dhondhang) dari jarak satu kilometer menuju ke kompleks Makam Ki Ageng Cukil . Pada barisan paling depan biasanya diawali dengan sepuluh warga yang berpakaian menyerupai prajurit Wonokusuman.
Selama perjalanan, biasanya jumlah dhondhang makin bertambah banyak karena warga setempat yang sudah mempersiapkan dhondang ikut bergabung begitu iring-iringan persis di depan rumah mereka. Salah satu makanan yang tak pernah ketinggalan adalah ingkung (ayam yang dimasak untuk selamatan). (Baca juga: Jalan Nasional dan Provinsi di Simalungun Hancur Dihantam Longsor )
"Tradisi ini sudah berlangsung lama dan baru beberapa tahun belakangan dikemas dengan acara yang lebih menarik dengan menampilkan hiburan rakyat. Banyak pendatang dari luar daerah yang secara rutin mengikuti tradisi ini," pungkasnya.
Selama perjalanan, biasanya jumlah dhondhang makin bertambah banyak karena warga setempat yang sudah mempersiapkan dhondang ikut bergabung begitu iring-iringan persis di depan rumah mereka. Salah satu makanan yang tak pernah ketinggalan adalah ingkung (ayam yang dimasak untuk selamatan). (Baca juga: Jalan Nasional dan Provinsi di Simalungun Hancur Dihantam Longsor )
"Tradisi ini sudah berlangsung lama dan baru beberapa tahun belakangan dikemas dengan acara yang lebih menarik dengan menampilkan hiburan rakyat. Banyak pendatang dari luar daerah yang secara rutin mengikuti tradisi ini," pungkasnya.
(eyt)
Lihat Juga :