10 Tahun Wali Kota Risma Gagas Permakanan hingga Perbanyak Bedah Rumah
Jum'at, 20 November 2020 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, Liponsos Keputih tak hanya menjadi tempat penampungan. Para penghuni juga mendapat fasilitas pelayanan dari Pemkot Surabaya. Mulai dari pemberian kebutuhan permakanan 1 hari 3 kali makan, pemberian kebutuhan pakaian layak pakai, pengobatan secara berkala di rumah sakit jiwa bagi ODGJ, hingga pembinaan mental keagamaan (kerohanian).
“Mereka juga mendapat pelatihan keterampilan, kegiatan terapi musik, kesehatan jasmani melalui olahraga dan pemulangan ke daerah asalnya,” terangnya.
Sedangkan di UPTD Kampung Anak Negeri, anak-anak jalanan tak hanya diberikan ditampung dan diberikan pembinaan secara formal. Namun pengembangan minat dan bakat juga dilakukan hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi. Kini, UPTD yang berada di Jalan Wonorejo Timur No 130 Surabaya ini dihuni sebanyak 34 anak.
Menariknya, pemkot melalui Dinas Sosial juga memiliki UPTD Liponsos Kalijudan. UPTD ini tak hanya sekadar tempat bernaung bagi anak-anak penyandang disabilitas. Liponsos Kalijudan menjadi wadah pengembangan kreativitas bagi mereka. “Di Liponsos Kalijudan saat ini dihuni 50 anak,” ujar Anang.
Tak hanya UPTD yang dikhususkan bagi anak-anak, pemkot juga memiliki Griya Wreda atau tempat penampungan bagi para lansia. Griya Wreda sendiri didirikan dan diresmikan oleh Wali Kota Risma tahun 2013 di Jalan Jambangan Surabaya. Sebelumnya, beralamat di Medokan Asri, Surabaya.
“Hingga bulan November 2020 ini, jumlah penghuni Griya Werda Jambangan mencapai 151 orang,” kata Kepala UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya, Septati Hendartini.
Di samping UPTD Griya Wreda yang dikhususkan bagi lansia, Dinsos juga memiliki tempat rehabilitasi sosial bagi eks penyandang penyakit Kusta. Panti yang berada di Jalan Babat Jerawat, Benowo Surabaya tersebut, saat ini menampung sekitar 93 orang. Mereka tak hanya berasal dari Surabaya, namun berbagai daerah di dalam dan luar Jawa Timur. Meski telah sembuh, eks penderita penyakit Kusta sering kali ditolak saat kembali ke kampung halamannya. Untuk itulah, mereka tinggal dan dirawat Pemkot Surabaya di UPTD Babat Jerawat.
“Mereka juga mendapat pelatihan keterampilan, kegiatan terapi musik, kesehatan jasmani melalui olahraga dan pemulangan ke daerah asalnya,” terangnya.
Sedangkan di UPTD Kampung Anak Negeri, anak-anak jalanan tak hanya diberikan ditampung dan diberikan pembinaan secara formal. Namun pengembangan minat dan bakat juga dilakukan hingga anak-anak itu mampu menorehkan prestasi. Kini, UPTD yang berada di Jalan Wonorejo Timur No 130 Surabaya ini dihuni sebanyak 34 anak.
Menariknya, pemkot melalui Dinas Sosial juga memiliki UPTD Liponsos Kalijudan. UPTD ini tak hanya sekadar tempat bernaung bagi anak-anak penyandang disabilitas. Liponsos Kalijudan menjadi wadah pengembangan kreativitas bagi mereka. “Di Liponsos Kalijudan saat ini dihuni 50 anak,” ujar Anang.
Tak hanya UPTD yang dikhususkan bagi anak-anak, pemkot juga memiliki Griya Wreda atau tempat penampungan bagi para lansia. Griya Wreda sendiri didirikan dan diresmikan oleh Wali Kota Risma tahun 2013 di Jalan Jambangan Surabaya. Sebelumnya, beralamat di Medokan Asri, Surabaya.
“Hingga bulan November 2020 ini, jumlah penghuni Griya Werda Jambangan mencapai 151 orang,” kata Kepala UPTD Griya Wreda Jambangan Surabaya, Septati Hendartini.
Di samping UPTD Griya Wreda yang dikhususkan bagi lansia, Dinsos juga memiliki tempat rehabilitasi sosial bagi eks penyandang penyakit Kusta. Panti yang berada di Jalan Babat Jerawat, Benowo Surabaya tersebut, saat ini menampung sekitar 93 orang. Mereka tak hanya berasal dari Surabaya, namun berbagai daerah di dalam dan luar Jawa Timur. Meski telah sembuh, eks penderita penyakit Kusta sering kali ditolak saat kembali ke kampung halamannya. Untuk itulah, mereka tinggal dan dirawat Pemkot Surabaya di UPTD Babat Jerawat.
(atk)
Lihat Juga :