ICCTF-Bappenas Identifikasi Sulut Jadi Lokasi Blue Carbon
Jum'at, 20 November 2020 - 07:36 WIB
loading...
A
A
A
Bappenas meninjau lokasi blue carbon ke salah satu kawasan seluas 3,5 Ha milik perorangan yang dikelilingi mangrove terbentang sekitar 100 meter dari bibir pantai. Lokasinya di Desa Bulutui, Batu, Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Total luas kawasan ekosistem mangrove di wilayah ini sekitar 1.473 Ha. Selain itu, terdapat pula hamparan lamun diperairan muara setelah bibir pantai mangrove tersebut, namun belum teridentifikasi luasannya.
Sepanjang pengamatan mata, kondisi mangrove di sini masih alami dan terjaga sangat baik. Karenanya, ekosistem ini perlu dipertahankan sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan kerang-kerangan untuk bertelur, pemijahan, dan pembesaran serta mencari makan.
Direktur Eksekutif ICCTF Tonny Wagey mengatakan, sebagai lembaga yang menangani pendanaan perubahan iklim di Indonesia, pihaknya secara konsisten melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menekan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan dan mendorong koordinasi bersama masyarakat serta pemilik kawasan mangrove dalam memelihara ekosistem mangrove di wilayah tersebut. Termasuk melakukan identifikasi terhadap potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di sekitar kawasan mangrove.
Total luas kawasan ekosistem mangrove di wilayah ini sekitar 1.473 Ha. Selain itu, terdapat pula hamparan lamun diperairan muara setelah bibir pantai mangrove tersebut, namun belum teridentifikasi luasannya.
Sepanjang pengamatan mata, kondisi mangrove di sini masih alami dan terjaga sangat baik. Karenanya, ekosistem ini perlu dipertahankan sebagai habitat bagi berbagai jenis ikan, kepiting, udang, dan kerang-kerangan untuk bertelur, pemijahan, dan pembesaran serta mencari makan.
Direktur Eksekutif ICCTF Tonny Wagey mengatakan, sebagai lembaga yang menangani pendanaan perubahan iklim di Indonesia, pihaknya secara konsisten melibatkan masyarakat dan pemerintah daerah untuk menekan emisi gas rumah kaca.
Selain itu, pihaknya juga meningkatkan dan mendorong koordinasi bersama masyarakat serta pemilik kawasan mangrove dalam memelihara ekosistem mangrove di wilayah tersebut. Termasuk melakukan identifikasi terhadap potensi ekonomi yang dapat dikembangkan di sekitar kawasan mangrove.
Lihat Juga :