Geliat Pariwisata, Jabar Buka Investasi Hotel Kapsul hingga Bintang Lima
Kamis, 19 November 2020 - 11:03 WIB
loading...
Ilustrasi hotel kapsul, salah satu proyek infrastruktur pariwisata yang ditawarkan Jaswita Jabar kepada investor. Dok/SINDOphoto
A
A
A
BANDUNG - Pemprov Jawa Barat berupaya menghidupkan kembali sektor pariwisata sebagai lokomotif ekonomi Provinsi Jabar di saat pandemi COVID-19.
Salah satu upaya yang dilakukan, yakni membuka pintu investasi proyek sarana penunjang pariwisata.
Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Pariwisata Jabar atau Jaswita (Perseroda), berbagai sarana penunjang pariwisata ditawarkan kepada calon investor, mulai hotel kapsul hingga hotel bintang lima.
Direktur Utama Jaswita Jabar, Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, dalam market sounding West Java Investment Summit (WJIS) 2020 pada 16-17 November, kemarin, sejumlah proyek penunjang pariwisata ditawarkan pihaknya.
Bahkan, sebagian di antaranya sudah berwujud kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS).
Proyek penunjang pariwisata tersebut, di antaranya pembangunan hotel kapsul di Kota Bandung senilai Rp7,2 miliar, pasar kreatif Cikutra di Kota Bandung senilai Rp212 miliar, kawasan ekowisata Hejo Forest di Ciwidey Kabupaten Bandung senilai Rp6,5 miliar, dan pembangunan pondok seni Pangandaran senilai Rp12,9 miliar.
Salah satu upaya yang dilakukan, yakni membuka pintu investasi proyek sarana penunjang pariwisata.
Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jasa Pariwisata Jabar atau Jaswita (Perseroda), berbagai sarana penunjang pariwisata ditawarkan kepada calon investor, mulai hotel kapsul hingga hotel bintang lima.
Direktur Utama Jaswita Jabar, Deni Nurdyana Hadimin mengatakan, dalam market sounding West Java Investment Summit (WJIS) 2020 pada 16-17 November, kemarin, sejumlah proyek penunjang pariwisata ditawarkan pihaknya.
Bahkan, sebagian di antaranya sudah berwujud kesepakatan yang dituangkan dalam perjanjian kerja sama (PKS).
Proyek penunjang pariwisata tersebut, di antaranya pembangunan hotel kapsul di Kota Bandung senilai Rp7,2 miliar, pasar kreatif Cikutra di Kota Bandung senilai Rp212 miliar, kawasan ekowisata Hejo Forest di Ciwidey Kabupaten Bandung senilai Rp6,5 miliar, dan pembangunan pondok seni Pangandaran senilai Rp12,9 miliar.
Lihat Juga :