Gubernur Siap Jadi Orang Pertama di Sulsel yang Disuntik Vaksin COVID-19

Kamis, 19 November 2020 - 07:16 WIB
loading...
Gubernur Siap Jadi Orang...
Gubernur Sulsel, HM Nurdin Abdullah. Foto: SINDOnews/Doc
A A A
MAKASSAR - Gubernur Sulsel , HM Nurdin Abdullah menyambut baik rencana vaksinasi yang kini sedang dipersiapkan skenarionya oleh pemerintah Indonesia. Kementerian Kesehatan bahkan tengah mengatur alur pendistribusian vaksin yang akan disalurkan hingga ke daerah.

Nurdin bahkan menyatakan kesiapannya menjadi orang pertama di Sulsel yang disuntik vaksin COVID-19 , jika pemerintah Indonesia melalui tim vaksinasi sudah resmi mengumumkan dan mendistribusikan vaksin. “Iya (siap), dong. Masa' iya pemerintah sudah pastikan vaksin itu tidak masalah, ya kita harus memberi contoh,” tegasnya, Rabu (19/11/2020).

Apalagi, Presiden RI Joko Widodo juga sudah menyatakan kesiapannya menjadi orang pertama yang divaksin COVID-19 . Nurdin menegaskan, upaya pemerintah dalam pencegahan virus corona harus didukung.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Bakal Dijual Online, yang Gratis Juga Lewat Aplikasi

“Jadi Bapak Presiden memberikan contoh yang baik bahwa vaksin ini sangat penting dilakukan. Supaya kita terbebas dari virus corona, " sambung dia.

Hanya saja, Nurdin mengaku masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan vaksinasi tersebut. Termasuk kuota jatah vaksin dan jadwal distribusinya di tiap provinsi, utamanya Sulsel.

Sampai vaksinasi tersebut resmi dilakukan, mantan bupati Bantaeng ini meminta masyarakat tidak khawatir dengan vaksin yang disiapkan pemerintah. Dia meyakini, persiapan vaksinasi itu sudah melalui tahap uji klinis, sehingga aman untuk semua warga.

“Itu bukti bahwa pemerintah serius ingin menghadirkan vaksin. Jangan khawatir. Jangan mendengar berita macam-macam. Itu suatu keyakinan dari pemerintah. Makanya, kalau sudah ada instruksi, vaksin untuk Sulsel 5 juta, misalnya, kita siapkan untuk vaksin," tegas Nurdin.

Sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulse l mulai mempersiapkan tenaga kesehata n yang akan melakukan vaksin. Sebanyak 1.099 tenaga vaksinator pun tengah dilatih.

Kepala Dinkes Sulsel, Muhammad Ichsan Mustari mengemukakan, pelatihan tersebut dilakukan menyambut rencana distribusi vaksin. Ribuan tenaga kesehatan yang dilatih itu berasal dari kabupaten/kota di Sulsel.

Menurutnya, prosedur vaksinasi tidak boleh sembarangan. Makanya petugas yang bertindak sebagai vaksinator, harus orang berkompeten yang sudah dilatih sebelumnya. "Kita latih sebanyak 1.099 orang sebagai persiapan," ujar Ichsan kepada SINDOnews.

Dia melanjutkan, ribuan tenaga kesehatan itu dilatih di Balai Pelatihan Kesehatan yang difasilitasi oleh pemprov Sulsel .

Sementara terkait kuota vaksin untuk Sulsel, Ichsan belum bisa memastikan. Meski sebelumnya dikabarkan Sulsel bakal mendapat jatah sebanyak 5 juta vaksin dari pemerintah Indonesia. "Jumlahnya belum ada. Apalagi kan bisa saja berubah kuotanya. Artinya, kita menunggu dari Kementerian Kesehatan saja dulu kepastiannya terkait vaksin ini," urai dia.

Baca juga: Vaksinasi COVID-19 Dimulai Bulan Depan, DPR: Pastikan Vaksin Aman

Sebelumnya Kementerian Kesehatan mencanangkan proses vaksinasi COVID-19 . Sebagai langkah awal diprioritaskan kepada tenaga kesehatan . Kemenkes menentukan kelompok kriteria yang diprioritaskan dalam proses vaksinasi COVID-19. Salah satunya, diutamakan untuk para tenaga kesehatan.

Selanjutnya, anggota TNI-Polri , lalu ASN yang bekerja di sektor pelayanan publik, serta para guru. Dengan pertimbangan, mereka dianggap bersentuhan langsung dengan masyarakat dalam aktivitasnya.

"Saya belum bisa bicara banyak dulu soal vaksin. Karena kita tunggu petunjuk dari Kementerian Kesehatan . Soal bagaimana skenario dan distribusi vaksinnya. Kita siapkan saja dulu pelatihan kepada tenaga yang akan melakukan vaksin," tandas Ichsan.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilkada 2024, Laksamana...
Pilkada 2024, Laksamana Muda TNI Abdul Rivai Ras Diyakini Ideal Pimpin Sulsel
Darurat Bencana di 7...
Darurat Bencana di 7 Kabupaten Sulsel, BNPB Kucurkan DSP Rp2,5 Miliar
Open House Idulfitri,...
Open House Idulfitri, Pj Gubernur Sulsel: Bupati dan Wali Kota Tetap Jaga Kekompakan
Akhiri Jabatan Gubernur...
Akhiri Jabatan Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Diarak Keliling Kota Makassar
Dinas Kesehatan KBB...
Dinas Kesehatan KBB Temukan 300 Dosis Vaksin Covid-19 Kedaluwarsa
Jokowi Namai Vaksin...
Jokowi Namai Vaksin Merah Putih Unair Inavac, Khofifah Bangga Indonesia Produksi Sendiri
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Fadjry Djufry Resmi...
Fadjry Djufry Resmi Dilantik Menjadi Pj Gubernur Sulsel
Negara Bagian AS Gugat...
Negara Bagian AS Gugat Pfizer atas Klaim Vaksin Covid-19 yang Dianggap Menyesatkan
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Bikin...
Piala Dunia 2026 Bikin FIFA Tajir, Lebih dari Rp136 Triliun Masuk Kantong
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
Berita Terkini
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
24 Penumpang KM Nurul...
24 Penumpang KM Nurul Salsa Belum Ditemukan, Basarnas Lanjutkan Pencarian
Jelang Pelimpahan Tersangka...
Jelang Pelimpahan Tersangka Don Ritto dan Barang Bukti, Brimob Bersenjata Lengkap Berjaga
4.132 Personel Gabungan...
4.132 Personel Gabungan Dikerahkan Kawal Aksi Demo Mahasiswa di Monas
20 Tahun Tsunami Pangandaran,...
20 Tahun Tsunami Pangandaran, Ahli: Megathrust Ancaman Nyata
Marak Kepala Daerah...
Marak Kepala Daerah Terjerat OTT, Mendagri Dorong Pembatasan Biaya Kampanye
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved