Sembalun NTB Bakal Jadi Sentra Hortikultura Kentang Nasional

Rabu, 18 November 2020 - 21:25 WIB
loading...
Sembalun NTB Bakal Jadi...
Kawasan Sembalun di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan jadi sentra pengembangan produksi hortikultura kentang nasional, termasuk pembenihan. Foto/Ist
A A A
LOMBOK TIMUR - Kawasan Sembalun di Lombok Timur , Nusa Tenggara Barat (NTB) diproyeksikan jadi sentra pengembangan produksi hortikultura kentang nasional, termasuk pembenihan. Kawasan Sembalun sangat potensial karena didukung agroklimat yang sesuai dan petani yang berpengalaman.

“Sembalun enjadi salah satu penghasil utama komoditas hortikultura, khususnya tanaman kentang, di Kabupaten Lombok Timur,” kata Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo saat panen raya kentang pada lahan demonstration plot (demplot) Desa Sajan, Sembalun, Rabu (18/11/2020). (Baca juga: Pandemi Bikin Angka Kelaparan Naik Dua Kali Lipat, Saatnya Reformasi Sistem Pangan)

Dia menjelaskan bahwa di masa pandemi COVID-19 ini, peran sektor pertanian menjadi semakin penting dan strategis. Sehingga produksi harus semakin digenjot, terutama di daerah-daerah yang menjadi sentra pertanian. (Baca juga: Gempa 5,3 SR Guncang Pesisir Selatan hingga Padang)

Oleh karena itu, Petrokimia Gresik berkomitmen mendukung upaya tersebut dengan menjadikan Desa Sajan, Sembalun sebagai kampung percontohan demonstration plot. "Selain pupuk, kami juga bekerja sama dengan anak perusahaan Petrosida Gresik dan Petrokimia Kayaku untuk memberikan kawalan pengendalian hama agar hasilnya lebih optimal," imbuh Dwi Satriyo.

Dengan meningkatnya produktivitas tanaman kentang, diharapkan bisa membantu pemerintah mengamankan stok pangan nasional dan juga dapat mendongkrak kesejahteraan petani di Sembalun. Demplot di Sembalun ini merupakan pilot project untuk tanaman kentang dengan menggunakan tiga formulasi pemupukan Petrokimia Gresik.

Dia berharap formulasi pemupukan rekomendasi Petrokimia Gresik ini dapat diduplikasi oleh petani kentang lainnya di Sembalun atau Lombok Timur. “Ke depan program ini akan dikloning dan diaplikasikan di berbagai daerah lainnya di tanah air, dari Sembalun untuk Indonesia," tandas Dwi Satriyo.

Sementara itu, Pembina Penyuluh Swadaya Sembalun, Pending Dadih menjelaskan bahwa demplot Petrokimia Gresik ini tidak hanya mampu menggenjot produktivitas tanaman. Namun kentang yang dihasilkan juga berkualitas premium, sehinga tidak hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tapi sudah bisa masuk sebagai bahan baku di industri makanan.

"Ini yang dibutuhkan petani kentang tidak hanya produktivitas tinggi, tapi kualitas yang premium. Apabila sudah masuk ke industri, petani mempunyai jaringan pemasaran yang sudah terjaga," ujarnya.

Tokoh masyarakat Sembalun, Aziz mengungkapkan bahwa potensi lahan hortikultura Sembalun seluas 2.700 ha. Untuk kentang, petani Sembalun mampu produksi hingga 6.000 ton setahun. Dengan ada perlakukan seperti demplot Petrokimia Gresik akan ada peningkatan sekitar 40%.

"Rata-rata produksi kentang industri nasional antara 12 sampai 15 ton per hektare, sedangkan di Sembalun bisa 18 sampai 20 ton. Demplot ini mampu menghasilkan hingga 32 ton kentang," ungkapnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Musim Kemarau,...
Hadapi Musim Kemarau, Petani Jabar Ikuti Edukasi Pentingnya Perubahan Pola Budidaya
Diperiksa Polda Metro...
Diperiksa Polda Metro Jaya, Pelapor Feri Amsari Dicecar 20 Pertanyaan
Kisah Tono Suwarna,...
Kisah Tono Suwarna, Tinggalkan PNS Kini Jadi Petani Sukses Bawang Merah di Jabar
Lewat Program Pestani,...
Lewat Program Pestani, Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Melon Pantura
Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan...
Pelaku UMKM Ikuti Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Pentingsari Sleman
Anggota DPRD Romanus...
Anggota DPRD Romanus Ginting Serahkan Traktor untuk Tingkatkan Produktivitas Petani Karo
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Rekomendasi
Implementasi B50 Dimulai...
Implementasi B50 Dimulai 1 Juli 2026, Jubir ESDM: Bisa Hemat Devisa Rp157 Triliun
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved