2 Kali Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Sendiri, Ada Aroma Mistis?
Rabu, 18 November 2020 - 20:03 WIB
loading...
A
A
A
Sementara bila dibandingkan dengan Stasiun Lawang , yang ada di sisi utara Stasiun Malang , selisih elevasinya lebih tinggi lagi, yakni mencapai 63 meter. Di mana Stasiun Lawang , memiliki elevasi +491 mdpl. (Baca juga: 7 Rangkaian Kereta Penumpang KA Gajayana Meluncur Tanpa Lokomotif, Nyaris Terjang Pekerja )
Tentunya apabila ada rangkaian kereta yang lepas dari Stasiun Lawang, akan dengan cepat meluncur ke selatan melintasi Stasiun Blimbing, Stasiun Malang , dan Stasiun Kota Lama yang elevasinya paling rendah.
"Makanya saat pembangunan jalur kereta api di Malang , untuk Stasiun Malang , dan Stasiun Kota Lama disiapkan Sepur Baduk atau Sepur Tangkap, yang digunakan untuk menghentikan rangkaian kereta api yang meluncur dari utara ke selatan," terangnya.
Saat kejadian kedua pada Rabu (18/11/2020), kebetulan ada perbaikan jalur kereta api di jalur dua Stasiun Kota Lama . "Karena ada perbaikan rel kereta api, sehingga rangkaian kereta yang meluncur tanpa lokomotif tersebut dengan sendirinya anjlok tanpa perlu diarahkan ke Sepur Baduk," terang Totok.
Tentunya apabila ada rangkaian kereta yang lepas dari Stasiun Lawang, akan dengan cepat meluncur ke selatan melintasi Stasiun Blimbing, Stasiun Malang , dan Stasiun Kota Lama yang elevasinya paling rendah.
"Makanya saat pembangunan jalur kereta api di Malang , untuk Stasiun Malang , dan Stasiun Kota Lama disiapkan Sepur Baduk atau Sepur Tangkap, yang digunakan untuk menghentikan rangkaian kereta api yang meluncur dari utara ke selatan," terangnya.
Saat kejadian kedua pada Rabu (18/11/2020), kebetulan ada perbaikan jalur kereta api di jalur dua Stasiun Kota Lama . "Karena ada perbaikan rel kereta api, sehingga rangkaian kereta yang meluncur tanpa lokomotif tersebut dengan sendirinya anjlok tanpa perlu diarahkan ke Sepur Baduk," terang Totok.
(eyt)
Lihat Juga :