Drama Bocah Papua Menangis Ingin Selalu di Gendongan Prajurit Kostrad Viral di Medsos

Rabu, 18 November 2020 - 17:21 WIB
loading...
Drama Bocah Papua Menangis...
Bocah asli Papua, menangis histeris dan selalu ingin berada di gendongan prajurit Kostrad. Foto/Ist.
A A A
KEEROM - Bocah Papua berusia tiga tahun, menangis histeris dan merajuk kepada ibunya untuk dizinkan untuk ikut prajurit Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad , yang sedang patroli menjaga keamanan perbatasan Indonesia-Papua Nugini. (Baca juga: Massa Habib Rizieq Berkerumun di Bogor, Polda Jabar Selidiki Pelanggaran Pidananya )

Kejadian unik ini terekam dalam video amatir dan menjadi viral di media sosial (Medsos). Para prajurit Kostrad yang tergabung dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Indonesia- Papua Nugini tersebut, sedang melaksanakan patroli di Pos Pitewi.

Diketahui dalam video streaming berdurasi 01:43 menit yang terekam secara spontan, terdapat anak kecil tersebut menangis menjerit keras, dan ingin berada di gendongan prajurit Kostrad tersebut.

"Pada hari itu kita melaksanakan kegiatan rutin patroli keamanan di wilayah Kampung Pitewi, kegiatan tersebut kita gelar semata-mata untuk menciptakan stabilitas keamanan di wilayah kampung tersebut," ungkap Komandan Pos Pitewi, Kapten Inf Rum Patria.

Dijelaskan lebih lanjut saat rombongannya hampir tiba di Pos Satgas berjarak kurang lebih 50 meter, ada seorang anak bernama Elvino yang berteriak histeris ingin ikut bersama rombongan tim Patroli. (Baca juga: Gempar, Siang Bolong Perampok Nekat Gasak Perhiasan Emas di Aceh Barat )

"Namanya Elvino (3), dia selalu ingin ikut dengan kami ke pos ketika kami melaksanakan patroli keamanan. Puncaknya hari itu, walaupun telah dibujuk oleh ibunya, namun dia tetap bersikeras ingin ikut bersama rombongan Satgas. Beruntung salah satu prajurit bernama Pratu Harbi Manulang menenangkan anak tersebut, dengan menggendongnya di pundak kiri sang prajurit," jelas Rum Patria.



Namun sang ibu harus memaksa Elvino untuk turun dari pundak sang prajurit yang kemudian ikut bersamanya. "Nanti deng bapak pergi ke pos naik motor, Bapak Satgas dia mau lanjut perjalanan," ujar Mama Elvino sambil menarik anaknya.

Dari pengakuan Rum Patria, disampaikan bahwa Elvino adalah salah satu anak yang sangat dekat dengan personel Pos Pitewi. "Setiap Elvino dan orangtuanya melewati pos, pasti dia singgah dan kita berikan gula-gula kepadanya. Karena posisi pos kami persis di pinggir jalan yang menghubungkan antara Kampung Pitewi dan Kampung Kriku," tandas pria lulusan Akmil 2011 tersebut.

Dari video tersebut menunjukan bahwa Satgas Pamtas Indonesia- Papua Nugini Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad , yang bertugas di Papua khususnya di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, bukan sebagai bahaya dan ancaman bagi masyarakat, justru kehadirannya sangat diterima serta menimbulkan kedekatan emosional antara TNI dengan masyarakat Papua .

Para prajurit Kostrad selalu memberikan jaminan stabilitas keamanan di wilayah perbatasan Indonesia- Papua Nugini, dengan melaksanakan patroli keamanan di kampung-kampung wilayah sekitar Pos Satgas. (Baca juga: Gempar, Siang Bolong Perampok Nekat Gasak Perhiasan Emas di Aceh Barat )

Hal itu juga dilakukan oleh Pos Pitewi, salah satu Pos Satgas Pamtas Indonesia- Papua Nugini Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad , yang berlokasi di Kampung Pitewi, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Papua . Pos yang dipimpin Kapten Inf Rum Patria Misa ini secara rutin melakukan patroli di wilayah kampung binaannya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Rekomendasi
Mengapa Kakbah Menjadi...
Mengapa Kakbah Menjadi Kiblat Umat Islam? Ini Makna Filosofisnya
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
7 Pemimpin yang Mengubah...
7 Pemimpin yang Mengubah Dunia, Fatima al Fihri yang Mendirikan Kampus Pertama di Dunia
Berita Terkini
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Unpad, UB, dan UT Bantu...
Unpad, UB, dan UT Bantu Pelaku UMK Terdampak Bencana di Sumut lewat Program PMKI 2026
Lubang Proyek di Tebet...
Lubang Proyek di Tebet Makan Korban, Bocah 4 Tahun Meninggal
Soroti Kematian Dokter...
Soroti Kematian Dokter Icha, DPR Minta Kemenkes dan Polisi Usut Tuntas
Sidang Perdana Praperadilan...
Sidang Perdana Praperadilan Roy Suryo di PN Jaksel Digelar Hari Ini
Perbarui IPKP PPKP Daruba,...
Perbarui IPKP PPKP Daruba, BNPP Soroti Transportasi hingga Infrastruktur Morotai
Infografis
Viral, Tulisan Pempek...
Viral, Tulisan Pempek Palembang Terpampang di Tank Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved