Kecanduan Sabu, Putra Wakil Wali Kota Tangerang Suka Menarik Diri dari Lingkungan Sosial
Selasa, 17 November 2020 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
"Awalnya diajak sama teman. Dari situ gaya hidup berubah. Udah berubah, terjadi perubahan perilaku untuk memenuhi kebutuhan adiksinya. Beli barang (sabu) juga harus ada duitnya, tidak sedikit," kata Bambang. (Baca juga: Patungan Beli Sabu, Anak Wakil Wali Kota Tangerang Terancam Pidana Seumur Hidup)
Dari total sekitar 2.000 kasus yang pernah dia tangani, gejala para pemakai sabu seperti Akmal sudah lumrah. Mereka akan merasa termarjinalkan, memarjinalkan dirinya sendiri.
"Dia punya kelompoknya sendiri. Masih ringan tingkat kecanduannya. Ketergantungan ringan. Dia gak lama pakai sabu, baru 1 tahun dan pakai kalau ada kebutuhan," ujarnya.
Dalam persidangan sebelumnya, Akmal mengakui mulai rutin mengonsumsi sabu sejak beberapa tahun terakhir. Dalam kasus itu, dia terbukti menyumbangkan uang Rp800 ribu untuk dibelikan sabu.
Sementara itu, sejak sidang pertama digelar Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin selalu absen. Dia tidak pernah terlihat ikut menyaksikan persidangan putranya.
Dari total sekitar 2.000 kasus yang pernah dia tangani, gejala para pemakai sabu seperti Akmal sudah lumrah. Mereka akan merasa termarjinalkan, memarjinalkan dirinya sendiri.
"Dia punya kelompoknya sendiri. Masih ringan tingkat kecanduannya. Ketergantungan ringan. Dia gak lama pakai sabu, baru 1 tahun dan pakai kalau ada kebutuhan," ujarnya.
Dalam persidangan sebelumnya, Akmal mengakui mulai rutin mengonsumsi sabu sejak beberapa tahun terakhir. Dalam kasus itu, dia terbukti menyumbangkan uang Rp800 ribu untuk dibelikan sabu.
Sementara itu, sejak sidang pertama digelar Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin selalu absen. Dia tidak pernah terlihat ikut menyaksikan persidangan putranya.
(jon)
Lihat Juga :