Sekolah Relawan Depok Kirim Tim Kemanusiaan ke Gunung Merapi
Sabtu, 14 November 2020 - 09:42 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Head of Program Departemen Sekolah Relawan, Abdul Manaf, mengatakan, tim relawan yang dikirim juga akan mengecek jalur evakuasi, dan yang lainnya. Kemudian assessment data kebutuhan dan titik pengungsi, agar bila ada kebutuhan kita sudah punya data yang kuat.
“Kita juga memberikan edukasi pada masyarakat di kawasan rawan bencana untuk mengevakuasi diri bilamana erupsi kembali terjadi,” katanya. Tim juga akan membuat pos relawan untuk jejaring kyang ingin bergabung dan membantu. Pihaknya tetap membuka jalur komunikasi yang baik agar tidak berjalan sendiri.
Tim akan berada selama dua pekan di lokasi. Jika ada perkembangan lanjutan bisa saja waktu stand by tim di sana diperpanjang. Selama disana akan selalu diterapkan protokol kesehatan yang ketat di masa pandemi Covid-19 ini.
“Bila nanti ada perkembangan terkait status Gunung Merapi itu sendiri kemungkinan akan diperpanjang dan penambahan personel serta pos. Kita tetap melakukan protokol kesehatan, tim akan rapid tes sebelum berangkat dan juga berkala disana. Agar dalam situasi seperti ini kita tetap melakukan protokol kesehatan," pungkasnya.
“Kita juga memberikan edukasi pada masyarakat di kawasan rawan bencana untuk mengevakuasi diri bilamana erupsi kembali terjadi,” katanya. Tim juga akan membuat pos relawan untuk jejaring kyang ingin bergabung dan membantu. Pihaknya tetap membuka jalur komunikasi yang baik agar tidak berjalan sendiri.
Tim akan berada selama dua pekan di lokasi. Jika ada perkembangan lanjutan bisa saja waktu stand by tim di sana diperpanjang. Selama disana akan selalu diterapkan protokol kesehatan yang ketat di masa pandemi Covid-19 ini.
“Bila nanti ada perkembangan terkait status Gunung Merapi itu sendiri kemungkinan akan diperpanjang dan penambahan personel serta pos. Kita tetap melakukan protokol kesehatan, tim akan rapid tes sebelum berangkat dan juga berkala disana. Agar dalam situasi seperti ini kita tetap melakukan protokol kesehatan," pungkasnya.
(hab)
Lihat Juga :