Temui Kapolres Raja Ampat Tim Hukum Paslon AFU-ORI Minta Polisi Profesional

Sabtu, 14 November 2020 - 00:33 WIB
loading...
Temui Kapolres Raja...
ilustrasi
A A A
RAJA AMPAT - Tim divisi hukum pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati - Orideko Iriano Burdam (AFU-ORI) dipimpin koordinator tim advokasi, Benediktus Jombang, S.H, Kamis (12/11/2020) mendatangi Mapolres Raja Ampat.

Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kasus pengerusakan sekretariat pemenangan Koalisi Rakyat (FOR 4) sekaligus penganiayaan terhadap seorang korban atas nama Hans Dimara yang merupakan simpatisan AFU - ORI (FOR 4) yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum pada 25 Oktober 2020 lalu. Hans Dimara mengalami luka serius atas penganiayaan tersebut.

“Tujuan kami datang di Polres Raja Ampat ini, adalah untuk mempertanyakan laporan kami, terkait kasus pengerusakan sekretariat koalisi rakyat pemenangan pasangan AFU-ORI(FOR4), sekaligus dengan penganiayaan terhadap saudara Hans Dimara,” ujar Benediktus Jombang, di kantor Polres Raja Ampat, Kamis (12/11/2020). (Baca juga: Relawan Kotak Kosong Dianiaya, Johnson Panjaitan Datangi Polres Raja Ampat )

Dikatakan Benediktus, selain dua kasus tersebut, pihaknya juga mempertanyakan laporan beredarnya video penghasutan di kampung Wejim distrik Kepulauan Sembilan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan tim Kotak Kosong.

Terkait hal itu, pihaknya minta Polres Raja Ampat agar tidak berat sebelah alias tetap netral dalam proses hukum kasus tersebut dan menindak tegas oknum yang melakukan pengerusakan sekretariat tersebut juga segera diproses.(Baca juga: Kakek di Blitar Tergantung di Pohon Mangga, Adik Kandung Histeris )

“Tadi kami juga bertanya ke pak Kapolres, kenapa orang-orang kami dari tim AFU-ORI kok bisa secepat itu ditahan, sedangkan oknum dari Kolom Kosong yang menyerang sekretariat koalisi FOR 4 ini, kok sampai saat ini tidak ditahan. Namun pak Kapolres mengatakan, sampai saat ini kami sudah melakukan pencarian dan bahkan pihak Polres akan usahakan masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang) atas nama terduga pelaku berinisial OI yang diduga melakukan penganiayaan terhadap korban saudara Hans Dimara,” jelas Benediktus Jombang kepada wartawan, di Mapolres Raja Ampat, Kamis (12/11/2020).

Menyinggung terkait beberapa pernyataan dari rekan sesama Advokat Jhonson Panjaitan di Polres Raja Ampat beberapa waktu lalu terkait Pilkada yang aman dan tertib, kata Beni Jombang, hal yang sama juga diharapkan pihaknya dalam hal ini tim Faris-ORI untuk menciptakan Pilkada Raja Ampat yang jauh dari berbagai persoalan.

“Mungkin ada beberapa pernyataan yang disampaikan oleh rekan saya, pak Jhonson Panjaitan pada beberapa hari lalu, tentunya kami juga punya harapan yang sama, bahwa Pilkada Raja Ampat ini harus berjalan aman dan damai. Jangan sampai Pilkada ini rusak oleh sekolompok orang yang mengganggu ketentraman kabupaten Raja Ampat ini, itu harapan kami dari tim FARIS-ORI,” tegasnya.

Insiden pengerusakan sekretariat Posko pemenangan AFU-ORI (FOR4) dan penganiayan yang terjadi terhadap seorang tim sukses atas nama Hans Dimara yang diduga dilakukan oleh sejumlah oknum dari relawan kotak kosong pada 25 Oktober 2020 lalu.

Kejadian ini diduga adanya unsur balas dendam dimana sehari sebelumnya, tepatnya pada 24 Oktober 2020 lalu, sebanyak tiga orang relawan Kotak Kosong dianiaya oleh sejumlah orang yang diduga kuat merupakan kelompok AFU - ORI di kampung Atkari distrik Misool. Kejadian itu terjadi saat relawan Kotak kosong sedang melakukan sosialisasi di kampung Atkari.

Tak hanya di kampung Atkari, seorang relawan Kotak Kosong di Waisai, ibu kota kabupaten Raja Ampat bernama Agus juga diduga dianiaya oleh sejumlah orang yang diduga merupakan pendukung AFU -ORI.

Dalam Insiden penyerangan relawan Kotak Kosong di kampung Atkari sendiri, hingga saat ini pihak Kepolisian baru menahan seorang terduga pelaku. Terduga pelaku tersebut berinisial RM. Sedangkan sejumlah pelaku lainnya masih berkeliaran bebas. Sedangkan untuk kasus penyerangan seorang relawan kotak kosong bernama Agus, Polisi telah mengamankan dan menahan 3 pelaku. Sedangkan untuk pelaku pengerusakan sekretariat Posko pemenangan AFU-ORI (FOR4) dan penganiayan terhadap seorang pendukung Kotak Kosong bernama Hans Dimara, hingga saat ini. Polisi belum menangkap para pelaku.

Sementara itu sejumlah relawan Kotak Kosong, meminta Kapolda Papua Barat untuk segera menurunkan tim agar dapat memeriksa para penyidik dan juga Kasat Reserse Polres Raja Ampat, yang saat ini tengah menangani kasus penyerangan terhadap relawan Kotak Kosong di kampung Atkari, dimana diduga, pelaku penganiayaan di kampung Atkari yang saat ini ditahan bukan merupakan pelaku sebenarnya. Sedangkan pelaku lainnya masih berkeliaran bebas.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jaga Surga Kecil di...
Jaga Surga Kecil di Timur: Rehabilitasi Karang dan Ribuan Mangrove di Kepulauan Raja Ampat
Masyarakat Adat Kawei...
Masyarakat Adat Kawei Raja Ampat Sampaikan Aspirasi ke Anggota DPD RI
Pemerintah Kembali Izinkan...
Pemerintah Kembali Izinkan Operasi Tambang Nikel di Raja Ampat, DPR Ingatkan Potensi Kerusakan Hayati
Sorong Diguncang Gempa...
Sorong Diguncang Gempa M5,8, Dirasakan hingga Raja Ampat
ITB Ajak Pengelola Homestay...
ITB Ajak Pengelola Homestay Raja Ampat Tingkatkan Layanan
Jokowi Santai Namanya...
Jokowi Santai Namanya Dikaitkan dengan Kapal JKW dan Tambang Nikel di Raja Ampat
Perairan Raja Ampat...
Perairan Raja Ampat Perlu Transformasi Navigasi untuk Cegah Kecelakaan Berulang
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Anggota DPD RI Apresiasi...
Anggota DPD RI Apresiasi Masyarakat Adat Raja Ampat yang Hibahkan Lahan
Rekomendasi
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Beda Jauh dengan GPS,...
Beda Jauh dengan GPS, Kenapa AirTag dan Smart Tag Sering Telat Update Lokasi?
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Berita Terkini
Nabung Emas di BRImo...
Nabung Emas di BRImo Kini Otomatis Lewat Fitur Toggle, Modal Mulai Rp10 Ribu!
Sempat Memanas, Mahasiswa...
Sempat Memanas, Mahasiswa yang Demo di Jalan Jenderal Sudirman Akhirnya Membubarkan Diri
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan...
Mahasiswa BEM SI Kerakyatan Bubarkan Diri, Polisi Bersihkan Sampah di Depan Gedung DPR
15 Mahasiswa Diterima...
15 Mahasiswa Diterima di Istana Wapres Gibran usai Demo di Jalan Medan Merdeka
Sahroni Apresiasi Polisi...
Sahroni Apresiasi Polisi Ringkus Pelaku Penculikan Lansia di PIK: Tangkap Apa Pun Motifnya!
Demo Mahasiswa Belum...
Demo Mahasiswa Belum Kelar, Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Tersendat
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved