Onde-Onde Ketawa Asal Kota Mojokerto Bangkit dari Dampak Pandemi COVID-19
Jum'at, 13 November 2020 - 20:31 WIB
loading...
A
A
A
Ibu dua anak ini menyebut, menurunnya omzet tersebut lantaran adanya kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pemerintah saat mewabahnya virus mematikan tersebut di Indonesia. Akibatnya toko menjadi sepi pembeli, jumlah produksi pun semakin merosot.
"Awal-awal corona, onde-onde kita banyak yang diretur oleh toko-toko langganan kita. Alasannya ya karena toko sepi pembeli, sehingga mereka banyak yang tutup," keluhnya.
Wanita berusia 50 tahun ini menuturkan, usahanya baru bergeliat lagi sejak dua bulan terakhir. Tunik mengaku dalam sehari, dirinya dan suami bisa memproduksi onde-onde kering tersebut hingga 10 kilogram.
"Ini sudah lumayan lagi, omzet kita merangkak pulih pelan-pelan. Sehari kita bisa produksi 10 hingga 15 kilogram," paparnya.
Wanita yang hanya memiliki satu anak ini, menyebut pulihnya usahanya lantaran adanya pemerintah daerah. Lantaran selain mendapatkan bantuan modal dan pendampingan, ia juga mendapat bantuan pemasaran ke toko-toko tradisional dan juga toko modern.(BACA JUGA: Ada 5.000 Layah, Ribuan Warga Mojokerto Rebutan Onde-Onde)
"Alhamdulillah, sejak bulan September kemarin, onde-onde ketawa kita sudah merambah ke toko - toko modern. Kita bisa menjual dagangan kita ke swalayan di Kota Mojokerto," sebutnya bangga.
"Awal-awal corona, onde-onde kita banyak yang diretur oleh toko-toko langganan kita. Alasannya ya karena toko sepi pembeli, sehingga mereka banyak yang tutup," keluhnya.
Wanita berusia 50 tahun ini menuturkan, usahanya baru bergeliat lagi sejak dua bulan terakhir. Tunik mengaku dalam sehari, dirinya dan suami bisa memproduksi onde-onde kering tersebut hingga 10 kilogram.
"Ini sudah lumayan lagi, omzet kita merangkak pulih pelan-pelan. Sehari kita bisa produksi 10 hingga 15 kilogram," paparnya.
Wanita yang hanya memiliki satu anak ini, menyebut pulihnya usahanya lantaran adanya pemerintah daerah. Lantaran selain mendapatkan bantuan modal dan pendampingan, ia juga mendapat bantuan pemasaran ke toko-toko tradisional dan juga toko modern.(BACA JUGA: Ada 5.000 Layah, Ribuan Warga Mojokerto Rebutan Onde-Onde)
"Alhamdulillah, sejak bulan September kemarin, onde-onde ketawa kita sudah merambah ke toko - toko modern. Kita bisa menjual dagangan kita ke swalayan di Kota Mojokerto," sebutnya bangga.
Lihat Juga :