Blitar Rencanakan Belajar Tatap Muka, Wali Murid Sebut Tak Efektif
Jum'at, 13 November 2020 - 18:21 WIB
loading...
A
A
A
Perinciannya, SD dan sederajat 72 lembaga, SMP sebanyak 26 lembaga, SMA 13 lembaga dan SMK sebanyak 17 lembaga. Putra sulung Hartono merupakan siswa kelas enam di salah satu sekolah dasar negeri Kota Blitar . Hingga saat ini masih melaksanakan sistem belajar daring.
Menurut Hartono, sistem pembelajaran daring memang lebih melindungi siswa dari penularan COVID-19. Namun juga ada kelemahannya. Yakni terutama terkait pemahaman materi pelajaran. Gaya komunikasi daring tidak cukup menjawab kebingungan siswa.
Untuk menambal kekurangan tersebut, Hartono mengaku terpaksa mendatangkan guru les privat ke rumah. Artinya ada biaya yang harus ia keluarkan. "Setiap bulan sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu," tambahnya. Hartono mengatakan, dirinya sepakat Pemkot Blitar lebih tegas memilih. (Baca juga: Diduga Menipu Rp250 Juta, Cabup Labura Dilaporkan Emak-emak Cantik ke Polisi )
Jika memang masih terjadi pandemi, sebaiknya tetap memilih pembelajaran daring. Begitu juga sebaliknya jika pandemi COVID-19 dipastikan sudah tidak ada, pembelajaran tatap muka segera diberlakukan. "Jadi tidak terkesan setengah setengah," kata Hartono.
Menurut Hartono, sistem pembelajaran daring memang lebih melindungi siswa dari penularan COVID-19. Namun juga ada kelemahannya. Yakni terutama terkait pemahaman materi pelajaran. Gaya komunikasi daring tidak cukup menjawab kebingungan siswa.
Untuk menambal kekurangan tersebut, Hartono mengaku terpaksa mendatangkan guru les privat ke rumah. Artinya ada biaya yang harus ia keluarkan. "Setiap bulan sekitar Rp 300 ribu sampai Rp 500 ribu," tambahnya. Hartono mengatakan, dirinya sepakat Pemkot Blitar lebih tegas memilih. (Baca juga: Diduga Menipu Rp250 Juta, Cabup Labura Dilaporkan Emak-emak Cantik ke Polisi )
Jika memang masih terjadi pandemi, sebaiknya tetap memilih pembelajaran daring. Begitu juga sebaliknya jika pandemi COVID-19 dipastikan sudah tidak ada, pembelajaran tatap muka segera diberlakukan. "Jadi tidak terkesan setengah setengah," kata Hartono.
Lihat Juga :