Kasus Meninggal Dunia Terkait Corona di Bogor Bertambah Jadi 193 Orang
Jum'at, 13 November 2020 - 03:11 WIB
loading...
A
A
A
Meira mengatakan, dengan terhentinya kegiatan posyandu selama beberapa bulan, menjadi kekhawatiran Tim Penggerak PKK dan DPMPPA Kota Bogor akan terjadinya stunting pada bayi/balita Kota Bogor.
Tak ayal, pada Agustus lalu bertepatan dengan bulan imunisasi Posyandu kembali digerakkan dengan konsep posyandu Keliling (Posling). "Ada jadwal keliling untuk para kader mendatangi rumah-rumah sasaran didampingi tim dari Puskesmas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat " imbuh Meira.
Kegiatan Posling ini sangat diapresiasi para ibu dan ibu hamil, karena mereka tidak perlu lagi datang ke Posyandu yang rentan penularan Covid-19 karena kerumunan. Tak hanya itu dengan Posling cakupan sasaran pun menjadi lebih tinggi.
"Pelayanan posyandu di Posling itu utamanya penimbangan bayi/balita, penyuluhan ketika timbangan bayi/balita berkurang dan juga pemberian vitamin," pungkasnya.
Tak ayal, pada Agustus lalu bertepatan dengan bulan imunisasi Posyandu kembali digerakkan dengan konsep posyandu Keliling (Posling). "Ada jadwal keliling untuk para kader mendatangi rumah-rumah sasaran didampingi tim dari Puskesmas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat " imbuh Meira.
Kegiatan Posling ini sangat diapresiasi para ibu dan ibu hamil, karena mereka tidak perlu lagi datang ke Posyandu yang rentan penularan Covid-19 karena kerumunan. Tak hanya itu dengan Posling cakupan sasaran pun menjadi lebih tinggi.
"Pelayanan posyandu di Posling itu utamanya penimbangan bayi/balita, penyuluhan ketika timbangan bayi/balita berkurang dan juga pemberian vitamin," pungkasnya.
(mhd)
Lihat Juga :