Sudinsos Jakpus Pastikan Pengungsi Korban Banjir Tak Kelaparan
Rabu, 11 November 2020 - 19:02 WIB
loading...
Korban banjir mengungsi di tempat pengungsian. Foto/Dok/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat telah menyiapkan sejumlah personel untuk menghadapi potensi bencana banjir di wilayah hukumnya saat musim penghujan tiba. Salah satu yang menjadi prioritas yakni makanan siap saji untuk para pengungsi.
“Yang terpenting tugas Sudin Sosial yaitu menyiapkan makanan siap saji dan itu sudah disiagakan semua," kata Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Perangin-Angin di Jakarta, Rabu (11/11/2020). (Baca juga: Dramatis, Basarnas Evakuasi Korban Banjir di Cilacap )
Dia menambahkan, Suku Dinas Sosial tidak hanya menangani bencana banjir. Tapi juga menganani bencana kebakaran, bencana alam dan bencana lainnya. (Baca juga: Sebelum Surut, Basarnas Evakuasi 25 Korban Banjir di Bekasi dan Bogor )
"Ada 230 petugas Tagana dan ini tersebar di delapan kecamatan, dan begitu ada bencana mereka langsung siaga walaupun mereka dari polentir dan tidak di gaji tapi rasa jiwa sosial untuk memberikan pelayanan sangat tinggi. Jika ada bencana tetap kita berkolaborasi dengan tim lain tidak hanya Tagana saja yang turun," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menggelar apel siaga bencana guna mengantisipasi penanganan dampak bencana di wilayah Jakarta Pusat, di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. (Baca juga: Korban Banjir Bandang Luwu Utara Akan Terima Bantuan Hidup dari Kemensos )
“Yang terpenting tugas Sudin Sosial yaitu menyiapkan makanan siap saji dan itu sudah disiagakan semua," kata Kasudin Sosial Jakarta Pusat, Ngapuli Perangin-Angin di Jakarta, Rabu (11/11/2020). (Baca juga: Dramatis, Basarnas Evakuasi Korban Banjir di Cilacap )
Dia menambahkan, Suku Dinas Sosial tidak hanya menangani bencana banjir. Tapi juga menganani bencana kebakaran, bencana alam dan bencana lainnya. (Baca juga: Sebelum Surut, Basarnas Evakuasi 25 Korban Banjir di Bekasi dan Bogor )
"Ada 230 petugas Tagana dan ini tersebar di delapan kecamatan, dan begitu ada bencana mereka langsung siaga walaupun mereka dari polentir dan tidak di gaji tapi rasa jiwa sosial untuk memberikan pelayanan sangat tinggi. Jika ada bencana tetap kita berkolaborasi dengan tim lain tidak hanya Tagana saja yang turun," tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat menggelar apel siaga bencana guna mengantisipasi penanganan dampak bencana di wilayah Jakarta Pusat, di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Pusat. (Baca juga: Korban Banjir Bandang Luwu Utara Akan Terima Bantuan Hidup dari Kemensos )
Lihat Juga :