Warga Desa Pulau Harapan Swadaya Perbaiki Jembatan
Senin, 09 November 2020 - 19:40 WIB
loading...
A
A
A
"Tentu kami sangat bersyukur, karena kami bisa memperbaiki jembatan tersebut, terlebih, jembatan tersebut akses utama bagi warga. Saya selaku warga juga berterima kasih kepada ASN yang bertugas di Desa Pulau Harapan, khususnya tenaga pendidik yang menyisihkan uang untuk menyumbang perbaikan," ungkapnya.
Di tempat yang sama, Acha, warga Desa Pulau Harapan menyampaikan kritik terhadap pemerintah Kabupaten Sinjai . Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Andi Seto-Andi Kartini menjadikan Kecamatan Pulau Sembilan sebagai 'anak tiri'.
"Ini kali kedua kami memperbaiki akses utama yang masuk dalam ranah pemerintah Kabupaten Sinjai . Akhir tahun lalu kami juga berswadaya memperbaiki lantai jalan, dan hari ini kembali kami berswadaya memperbaiki lantai jalan dan tiang penyanggah. Semoga saja pemerintah tidak malu melalui hasil swadaya kami. Dan jangan selalu mengklaim keberhasilan pembangunan infrastruktur di Sinjai, sebab dana pinjaman Rp185 M untuk perbaikan infrastruktur hanya diperuntukkan 8 kecamatan, Sementara kami tidak sepeserpun kecipratan dalam hal pembangunan infrastruktur," ujar Acha.
Baca juga: Kapal Pengangkut Air Bersih Tenggelam, Warga Harap Distribusi dari Pemerintah
"Apa yang mau dibanggakan pemerintahan Sinjai di bawah nahkoda Andi Seto-Andi Kartini khusunya untuk daerah kami (Kecamatan Pulau Sembilan), program 100 hari terkait gerakan Satgas Pulau Bersih dan Sehat tidak ada yang terealisasi sampai detik ini, belum lagi janjinya untuk air bersih , PLN 24 jam untuk Kecamatan Pulau Sembilan , semua hanyalah bual belaka. Ironisnya, pinjaman Rp185 miliar dari pemerintah pusat untuk peningkatan infrastruktur hanya diperuntukkan 8 kecamatan, dan kami (masyarakat Pulau Sembilan ) hanya dijadikan komoditi 'sapi perah', sebab kami (melalui retribusi) juga kena tanggungan untuk membayar angsuran pinjaman Rp185 miliar itu. Memang tahun yang akan datang katanya jembatan kami akan kena pembangunan melalui dana APBN , tapi itu masih katanya," ketus Acha.
Di tempat yang sama, Acha, warga Desa Pulau Harapan menyampaikan kritik terhadap pemerintah Kabupaten Sinjai . Menurutnya, pemerintah di bawah kepemimpinan Andi Seto-Andi Kartini menjadikan Kecamatan Pulau Sembilan sebagai 'anak tiri'.
"Ini kali kedua kami memperbaiki akses utama yang masuk dalam ranah pemerintah Kabupaten Sinjai . Akhir tahun lalu kami juga berswadaya memperbaiki lantai jalan, dan hari ini kembali kami berswadaya memperbaiki lantai jalan dan tiang penyanggah. Semoga saja pemerintah tidak malu melalui hasil swadaya kami. Dan jangan selalu mengklaim keberhasilan pembangunan infrastruktur di Sinjai, sebab dana pinjaman Rp185 M untuk perbaikan infrastruktur hanya diperuntukkan 8 kecamatan, Sementara kami tidak sepeserpun kecipratan dalam hal pembangunan infrastruktur," ujar Acha.
Baca juga: Kapal Pengangkut Air Bersih Tenggelam, Warga Harap Distribusi dari Pemerintah
"Apa yang mau dibanggakan pemerintahan Sinjai di bawah nahkoda Andi Seto-Andi Kartini khusunya untuk daerah kami (Kecamatan Pulau Sembilan), program 100 hari terkait gerakan Satgas Pulau Bersih dan Sehat tidak ada yang terealisasi sampai detik ini, belum lagi janjinya untuk air bersih , PLN 24 jam untuk Kecamatan Pulau Sembilan , semua hanyalah bual belaka. Ironisnya, pinjaman Rp185 miliar dari pemerintah pusat untuk peningkatan infrastruktur hanya diperuntukkan 8 kecamatan, dan kami (masyarakat Pulau Sembilan ) hanya dijadikan komoditi 'sapi perah', sebab kami (melalui retribusi) juga kena tanggungan untuk membayar angsuran pinjaman Rp185 miliar itu. Memang tahun yang akan datang katanya jembatan kami akan kena pembangunan melalui dana APBN , tapi itu masih katanya," ketus Acha.
(luq)
Lihat Juga :