Saluran Air Ditutup, Warga dan Puluhan Santri di Tangsel Nyaris Bentrok
Minggu, 08 November 2020 - 01:09 WIB
loading...
A
A
A
Terjadilah perdebatan serius malam itu di lokasi. Entah siapa yang memicu saling melontarkan kata-kata kasar pun sempat terdengar. Tak ingin cekcok berubah menjadi kontak fisik, salah satu tokoh di perumahan warga melerai dan meminta seluruh santri kembali ke pondok.
Sekitar pukul 21.00 WIB seluruh santri pulang ke asrama pondok. Di lokasi hanya tersisa warga perumahan yang masih tetap berkumpul. Insiden pun terjadi, sebuah batu melayang dari lokasi yang diduga tempat aktivitas para santri di bagian atas. Lemparan batu tepat mengenai kepala salah satu warga berinisial FG (47).
"Begitu bubar tiba-tiba ada lemparan dari atas sekitar pukul 22.00 WIB. Korbannya 1 orang, batunya ada masih saya simpan buat bukti. Korban sudah visum ke Hermina, dari situ warga ramai, cuma saya tahan-tahan biar nggak meluas," tutur tokoh warga perumahan, MB (58). (Baca juga: Pelaku Begal Sepeda Anggota Marinir Dibekuk Polisi)
Mengetahui ada warganya terluka akibat lemparan batu, sejumlah pemuda mendatangi pondok pesantren dan meminta pertanggungjawaban santri yang melakukan pelemparan.
"Kalau soal saluran air itu sebenarnya kita ingin penyelesaian secara musyawarah, duduk bareng. Itu kan masalah lama yang sudah sering kita komplain. Saluran air itu kadang membuat banjir, sampah bungkus mi, kotoran, sampai softex ikut kebawa saluran itu. Dari dulu kita ingin pengelola pondok memerhatikan soal itu, ditertibkan," ujar MB.
Sekitar pukul 21.00 WIB seluruh santri pulang ke asrama pondok. Di lokasi hanya tersisa warga perumahan yang masih tetap berkumpul. Insiden pun terjadi, sebuah batu melayang dari lokasi yang diduga tempat aktivitas para santri di bagian atas. Lemparan batu tepat mengenai kepala salah satu warga berinisial FG (47).
"Begitu bubar tiba-tiba ada lemparan dari atas sekitar pukul 22.00 WIB. Korbannya 1 orang, batunya ada masih saya simpan buat bukti. Korban sudah visum ke Hermina, dari situ warga ramai, cuma saya tahan-tahan biar nggak meluas," tutur tokoh warga perumahan, MB (58). (Baca juga: Pelaku Begal Sepeda Anggota Marinir Dibekuk Polisi)
Mengetahui ada warganya terluka akibat lemparan batu, sejumlah pemuda mendatangi pondok pesantren dan meminta pertanggungjawaban santri yang melakukan pelemparan.
"Kalau soal saluran air itu sebenarnya kita ingin penyelesaian secara musyawarah, duduk bareng. Itu kan masalah lama yang sudah sering kita komplain. Saluran air itu kadang membuat banjir, sampah bungkus mi, kotoran, sampai softex ikut kebawa saluran itu. Dari dulu kita ingin pengelola pondok memerhatikan soal itu, ditertibkan," ujar MB.
Lihat Juga :