Kisah Pengungsi Merapi, Sejak 1994 Sudah Empat Kali Merasakan Tinggal di Barak
Sabtu, 07 November 2020 - 20:14 WIB
loading...
A
A
A
(Baca juga : Menyepelekan Urusan Kencing, Azab Kubur Menanti )
Ratinem mengaku mengungsi dengan kesadaran sendiri, tidak ada paksaan. Apalagi sudah mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi. Sehingga saat ada instruksi mengungsi bisa memahaminya. "Sebelumnya kami sudah melakukan musyawarah dengan Pak Dukuh dan disepakati mengungsi mandiri," paparnya.
(Baca juga : Kawasaki Umumkan Akan Lebih Fokus Produksi Kereta Api Mulai 2021 )
Ratinem tinggal di Kalitengah Lor hanya berdua dengan suaminya. Sedangkan akan-anaknya pergi merantau. Saat mengungsi pun hanya membawa pakaian untuk ganti. Selama mengungsi rumahnya kosong. “Harapan saya semoga ini cepat berlalu dan bisa kembali ke rumahnya,” ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan warga Kalitengah Lor lainnya, Kemirah (70) yang mengungsi sendirian. Suaminya, Pawiro Sumarto sudah meninggal dunia. Sedangkan anak-anaknya merantau ke Jakarta dan Sumatera. Karena sudah terbiasa hidup sendiri, sehingga baik di rumah maupun di tempat pengunsian tidak ada bedanya.
Ratinem mengaku mengungsi dengan kesadaran sendiri, tidak ada paksaan. Apalagi sudah mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana erupsi Gunung Merapi. Sehingga saat ada instruksi mengungsi bisa memahaminya. "Sebelumnya kami sudah melakukan musyawarah dengan Pak Dukuh dan disepakati mengungsi mandiri," paparnya.
(Baca juga : Kawasaki Umumkan Akan Lebih Fokus Produksi Kereta Api Mulai 2021 )
Ratinem tinggal di Kalitengah Lor hanya berdua dengan suaminya. Sedangkan akan-anaknya pergi merantau. Saat mengungsi pun hanya membawa pakaian untuk ganti. Selama mengungsi rumahnya kosong. “Harapan saya semoga ini cepat berlalu dan bisa kembali ke rumahnya,” ungkapnya.
Hal yang sama diungkapkan warga Kalitengah Lor lainnya, Kemirah (70) yang mengungsi sendirian. Suaminya, Pawiro Sumarto sudah meninggal dunia. Sedangkan anak-anaknya merantau ke Jakarta dan Sumatera. Karena sudah terbiasa hidup sendiri, sehingga baik di rumah maupun di tempat pengunsian tidak ada bedanya.
Lihat Juga :