Antisipasi Erupsi Merapi, Desa Berjarak 3,5 Km dari Puncak Ini Bersiaga
Jum'at, 06 November 2020 - 18:29 WIB
loading...
Warga Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Menyiapkan program KK kembar dengan desa lain untuk menampung warganya jika erupsi Gunung Merapi. Foto/Ist.
A
A
A
BOYOLALI - Persiapan warga sekitar Gunung Merapi terkait peningkatan status dari waspada ke siaga telah berjalan baik. Sejumlah desa yang masuk dalam zona bahaya karena jaraknya kurang dari lima kilometer, telah bahu membahu menyiapkan diri. (Baca juga: Merapi Siaga, Ini Cerita Warga Klaten Harus Berkali-kali Mengungsi karena Erupsi )
Salah satunya adalah Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Di desa itu, aparat pemerintah desa sudah memiliki program Kepala Keluarga (KK) kembar dengan desa lain untuk menampung warganya jika terjadi erupsi Gunung Merapi .
"Kami sudah memiliki KK kembar dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Jadi konsepnya family to family, warga sini akan langsung mengungsi ke keluarga yang ada di sana jika terjadi erupsi Gunung Merapi ," kata Kepala Desa Klakah, Marwoto, Jumat (6/11/2020).
Marwoto menerangkan, program KK kembar dirasa lebih efektif untuk warganya. Apalagi, di tengah kondisi pandemi, akan sangat beresiko apabila warga ditempatkan di satu pengungsian. "Kami sudah siap, relawan sudah siap dan antar keluarga juga sudah siap. Proses pengenalan untuk kedekatan kami lakukan terus menerus," terangnya.
Desa Klakah, lanjut dia memiliki 417 KK. Jarak desa dengan puncak Gunung Merapi hanya sekitar 3,5 kilometer. "Warga juga semuanya sudah siap. Sewaktu-waktu diminta mengungsi, semuanya siap," ujarnya. (Baca juga: Tak Terima Dituduh Lakukan Penganiayaan, Kubu Akhyar Disebut Bakal Lapor Balik )
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hari itu keliling memantau desa-desa tertinggi di lereng Gunung Merapi mengapresiasi kesiapsiagaan warga Klakah. Menurutnya, meski prediksi erupsi akan menuju Klaten, namun di desa itu juga tetap waspada karena masuk dalam ring yang sangat dekat.
Salah satunya adalah Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Di desa itu, aparat pemerintah desa sudah memiliki program Kepala Keluarga (KK) kembar dengan desa lain untuk menampung warganya jika terjadi erupsi Gunung Merapi .
"Kami sudah memiliki KK kembar dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Jadi konsepnya family to family, warga sini akan langsung mengungsi ke keluarga yang ada di sana jika terjadi erupsi Gunung Merapi ," kata Kepala Desa Klakah, Marwoto, Jumat (6/11/2020).
Marwoto menerangkan, program KK kembar dirasa lebih efektif untuk warganya. Apalagi, di tengah kondisi pandemi, akan sangat beresiko apabila warga ditempatkan di satu pengungsian. "Kami sudah siap, relawan sudah siap dan antar keluarga juga sudah siap. Proses pengenalan untuk kedekatan kami lakukan terus menerus," terangnya.
Desa Klakah, lanjut dia memiliki 417 KK. Jarak desa dengan puncak Gunung Merapi hanya sekitar 3,5 kilometer. "Warga juga semuanya sudah siap. Sewaktu-waktu diminta mengungsi, semuanya siap," ujarnya. (Baca juga: Tak Terima Dituduh Lakukan Penganiayaan, Kubu Akhyar Disebut Bakal Lapor Balik )
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang hari itu keliling memantau desa-desa tertinggi di lereng Gunung Merapi mengapresiasi kesiapsiagaan warga Klakah. Menurutnya, meski prediksi erupsi akan menuju Klaten, namun di desa itu juga tetap waspada karena masuk dalam ring yang sangat dekat.
Lihat Juga :