Sejahterakan Rumah Ibadah, Pemkot Jakut Ajak Masyarakat Sedekah Minyak Jelantah

Jum'at, 06 November 2020 - 01:01 WIB
loading...
Sejahterakan Rumah Ibadah,...
Pemerintah Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan Rumah Sosial Kutub meresmikan program Rumah Ibadah Tersenyum. SINDOnews/Yohannes Tobing
A A A
JAKARTA - Pemerintah Kota Jakarta Utara berkolaborasi dengan Rumah Sosial Kutub meresmikan program Rumah Ibadah Tersenyum. Program ini mengajak masyarakat bersedekah minyak jelantah untuk kemakmuran rumah ibadah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Jakarta Utara Suroto mengatakan, program ini sejalan dengan program pengendalian pencemaran lingkungan Provinsi DKI Jakarta. (Baca juga; Hindari Sengketa Lahan, Pemkot Jaktim Urus Sertifikat 898 Rumah Ibadah )

"Selama ini pembuangan minyak jelantah ke sembarang tempat menyebabkan pencemaran lingkungan. Dengan adanya program ini minyak jelantah dikumpulkan ke pengelola tempat ibadah yang kemudian nanti diambil oleh petugas,” kata Suroto, Kamis (5/11/2020).

Dia menjelaskan, ada 210 rumah ibadah yang terdaftar sebagai pengelola pengumpulan minyak jelantah sekaligus penerima manfaat. Program ini juga akan dikembangkan melalui program PKK, RPTRA, dan PPSU.

Dia mengharapkan dengan adanya pengembangan pengelolaan ini, pencemaran lingkungan semakin terkendali. "Manfaatnya kepada masyarakat. Ini program yang bagus untuk meminimalisir pencemaran lingkungan, menyehatkan, keberkahan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Rumah Sosial Kutub Suhito menegaskan, konsep program Rumah Ibadah Tersenyum ini bukan jual-beli. Melainkan sedekah sehingga tidak ada nilai untung dan rugi dalam pelaksanaannya. (Baca juga; Bepergian Selama Libur Panjang, 80 Warga Cilincing Jalani Swab Test )

“Saya tegaskan di sini tidak ada nilai jual beli. Konsepnya berupa ‘sharing’ sedekah. Masyarakat tidak menjual tapi menyalurkan sedekahnya dengan minyak jelantah. Minyak jelantah ini kami kirim ke pabrik sebagai bahan baku bio disel,” tuturnya.

Adapun setiap jeriken berisi 18 liter minyak jelantah yang terkumpul dikonversikan senilai Rp100.000. Kemudian Rp60.000 diberikan kepada pengelola rumah ibadah dan untuk kepentingan kemakmuran rumah ibadah senilai Rp40.000.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
Rekomendasi
Jerman vs Paraguay:...
Jerman vs Paraguay: Menanti 3 Rekor Der Panzer
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
5 Calon Manajer Kopdes...
5 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal, Kemhan Ganti Nama Latsarmil
Berita Terkini
Pramono Bakal Bangun...
Pramono Bakal Bangun 11 Rusun Baru Pakai APBD, Ini Lokasinya
Polisi Ungkap Alasan...
Polisi Ungkap Alasan Pelaku Sekap 3 Karyawan Percetakan, Tuduh Korban Curi Pelat Rp230 Juta
Akademisi: Riset Advokasi...
Akademisi: Riset Advokasi Kunci Perlindungan Warga Sipil
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved