Pria Mengaku Polisi Bawa Kabur Motor Milik Sekuriti Hotel di Makassar

Kamis, 05 November 2020 - 21:03 WIB
loading...
Pria Mengaku Polisi...
Amrin, pria yang mengaku sebagai polisi lalu membawa kabur motor milik sekuriti hotel di Makassar. Foto: Dokumen polisi
A A A
GOWA - Jajaran Polres Gowa bersama Polsek Ujung Pandang Makassar berhasil mengungkap kasus dugaan penipuan dan penggelapan mengatasnamakan institusi Polri . Tim gabungan tersebut meringkus Amrin (37). Ia diduga melakukan penipuan serta membawa kabur sepeda motor milik sekuriti salah satu hotel di Makassar.

Amrin memperdaya korban bernama Aldi (21) dengan mengaku sebagai penyidik Satresnarkoba Polres Gowa . Pelaku bahkan menyebut dirinya perwira berpangkat inspektur polisi satu alias Iptu ketika bertemu korban di lingkungan hotel yang terletak di Kecamatan Ujung Pandang.

Kanit Resmob Polres Gowa , Ipda Imran Hamid mengatakan, polisi gadungan tersebut membawa kabur motor merek Yamaha Jupiter MX warna biru milik korban dengan dalih hendak melaksanakan salat zuhur di masjid pada Senin 2 November 2020 lalu, sekita pukul 14.20 Wita.

Baca juga: Berbasis AI, F5 Bisa Cegat Penipuan Transaksi Online yang Lolos Pantauan

Namun, sampai Selasa 3 November, pelaku dan motor korban tak kunjung datang. Alhasil Aldi melaporkan kejadian yang dialami nya ke Mapolsek Ujung Pandang. Laporan bernomor: pengaduan/78/XI/2020/RESTABES/SEKTOR UP jadi bekal petugas gabungan meringkus polisi gadungan tersebut.

Dari hasil lidik, anggota tim anti bandit Polres Gowa mendapat informasi pelaku berada di salah satu warung makan di Jalan Poros Jenetallasa, pada Selasa 3 November 2020 sekitar pukul 16.30 Wita. Amrin yang dibekuk tanpa perlawanan, kata Imran mengaku menyimpan motor korban di salah satu mal di wilayah Panakkukang, Kota Makassar.

"Setelah itu kami menyerahkan pelaku dan barang bukti ke Mapolsek Ujung Pandang Polrestabes Makassar . Barang bukti sepeda motor, handphone milik pelaku, dan barang pribadi milik korban yang disimpan dalam bagasi Motor," kata Imran kepada KORAN SINDO, Kamis (5/11).

Lebih jauh, Imran bilang hasil penyelidikan pelaku merupakan residivis kasus narkoba yang belum lama bebas dari Lapas Bolangi Sungguminasa. "Jadi bukan penyidik Satresnarkoba tapi residivisi kasus narkoba . Mengaku lagi pangkat Iptu," papar Imran.

Sementara itu Kapolsek Ujung Pandang, AKP Bagas Sancoyoning Aji menerangkan kasus penipuan dan penggelapan ini berawal dari pelaku yang tetiba datang ke hotel tempat korban bekerja pada Minggu 1 November, sekitar pukul 05.00 dini hari.

"Jadi datang saja bukan juga pengunjung atau tamu hotel. Setelah duduk di pos sekuriti, dia mulai ngobrol dengan korban mengaku sebagai penyidik Satuan Narkoba Polres Gowa . Tidak pakai atribut atau seragam kepolisian, murni permainan retorika," jelas Bagas dihubungi terpisah.

Bahkan beberapa kali, pelaku mentraktir makan korban di rumah makan. Hingga menunjukan rumah yang akan dibeli di perumahan mewah di Kecamatan Rappocini.

"Begitu korban percaya. Dia minta pinjam motor untuk pergi salat tapi gak nongol-nongol. Akhirnya dilapor ke kami. Koordinasi ke Gowa karena pengakuannya polisi dari sana. Sampai sini ketangkep udah," papar Bagas.

Baca juga: Dokter Ini Beli 'Lampu Aladdin' Rp1,3 Miliar, Jin yang Keluar Ternyata Palsu

Mantan Kasat Reskrim Polres Wajo itu menerangkan pihaknya telah menerima lima aduan penipuan mengatasnamakan kepolisian di wilayah hukumnya. Kuat dugaan pelaku merupakan spesialis.

"Ini yang sementara kita dalami, apakah yang bersangkutan merupakan orang yang sama dari beberapa laporan yang kami terima. Untuk barang bukti tidak sampai dijual. Sejauh ini pelakunya bilang baru sekali ini. Tapi kita masih pengembangan pendalaman penyelidikan," tegas Bagas.

Bagas menegaskan pihaknya bakal menjerat Amrin dengan Pasal 372 dan atau Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
Polisi Ungkap Modus...
Polisi Ungkap Modus Pasutri Pemilik WO Marwah: Gali Lubang Tutup Lubang
Jadi Tersangka, Bos...
Jadi Tersangka, Bos WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin Ditahan
Polisi Ringkus Owner...
Polisi Ringkus Owner WO di Jaktim yang Tipu Puluhan Calon Pengantin hingga Rp2,6 Miliar
Rismon Sianipar Dilaporkan...
Rismon Sianipar Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penipuan Buku Gibran End Game
Turnamen Domino Bupati...
Turnamen Domino Bupati Cup II di Sidrap Ramaikan Hotel dan UMKM
Jawaban untuk Kenyamanan...
Jawaban untuk Kenyamanan Menginap Melalui Pilihan Hotel-Hotel Favorit
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Davina Karamoy Dicecar...
Davina Karamoy Dicecar 30 Pertanyaan Terkait Kasus Hanania Travel
Rekomendasi
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Dukung Penangkapan Roy...
Dukung Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Peradi Bersatu Minta Polisi Tak Tunduk Tekanan Opini Publik
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
Berita Terkini
Almamater Lima Soroti...
Almamater Lima Soroti Dugaan Penyusutan Lahan Taman Potret Tangerang
Dokter Tifa Pakai Kursi...
Dokter Tifa Pakai Kursi Roda hingga Dibopong usai Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri
Kurang dari 12 Jam,...
Kurang dari 12 Jam, Satreskrim Polres Pelalawan Tangkap Perampok Sadis
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Infografis
Polisi AS Memburu Makhluk...
Polisi AS Memburu Makhluk Besar Berbulu di Dalam Hutan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved