GPI Bakar Produk Prancis, Polisi: Belum Temukan Unsur Pidana
Kamis, 05 November 2020 - 12:07 WIB
loading...
Demo boikot produk-produk Prancis. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto
A
A
A
JAKARTA - Pihak kepolisian belum menemukan adanya unsur pidana terkait aksi membakar produk-produk Prancis yang dilakukan massa Gerakan Pemuda Islam (GPI), Selasa 3 November 2020. Sebab, produk-produk Prancis yang dimusnahkan itu telah dibeli.
"Sementara kita belum atau tidak temukan unsur pidananya," kata Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Gozali Luhulima kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/11/2020). (Baca juga: Seruan Boikot yang Mengancam Prancis )
Berkenaan dengan itu, Gozali menyampaikan, jika pihaknya telah melakukan langkah antisipatif terhadap maraknya ajakan memboikot produk-produk Prancis. Di sisi lain, dia menegaskan apabila ditemukan adanya tindakan-tindakan yang mengarah pada pelanggaran aturan maka akan diproses secara hukum.
"Antisipasi pasti,kalau ada yang melakukan tindak pidana pasti kita tindak," katanya. (Baca juga: Produk Prancis Diboikot, 4,5 Juta Pekerja di Sektor Ritel Terancam )
Sekelompok massa dari GPI sempat mendatangi sebuah minimarket di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mereka datang untuk membeli produk-produk Prancis untuk kemudian dibuang dan dibakar.
"Sementara kita belum atau tidak temukan unsur pidananya," kata Kanit Reskrim Polsek Menteng Kompol Gozali Luhulima kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/11/2020). (Baca juga: Seruan Boikot yang Mengancam Prancis )
Berkenaan dengan itu, Gozali menyampaikan, jika pihaknya telah melakukan langkah antisipatif terhadap maraknya ajakan memboikot produk-produk Prancis. Di sisi lain, dia menegaskan apabila ditemukan adanya tindakan-tindakan yang mengarah pada pelanggaran aturan maka akan diproses secara hukum.
"Antisipasi pasti,kalau ada yang melakukan tindak pidana pasti kita tindak," katanya. (Baca juga: Produk Prancis Diboikot, 4,5 Juta Pekerja di Sektor Ritel Terancam )
Sekelompok massa dari GPI sempat mendatangi sebuah minimarket di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Mereka datang untuk membeli produk-produk Prancis untuk kemudian dibuang dan dibakar.
Lihat Juga :