Bukan Pungguk Merindukan Bulan, Menikmati Jabar Terang Benderang
Kamis, 05 November 2020 - 08:19 WIB
loading...
A
A
A
Sebelum pandemi, konsumsi energi listrik penduduk Jawa Barat tercatat naik 3%, dengan angka konsumsi energi listrik sebesar 1.032 kWh/kapita. Angka ini lebih tinggi dari konsumsi listrik per kapita secara nasional.
PLN, lanjut dia, membuat berbagai program agar akses listrik warga terus meningkat. Terakhir, PLN menyalurkan dana program corporate social responsibility (CSR) kepada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat senilai Rp300 juta. Bantuan ini untuk penyambungan listrik gratis bagi 365 pelanggan.
Program lainnya adalah One Man One Hope (OMOH) yang juga membantu banyak rumah tangga pra sejahtera mendapat penyambungan listrik gratis. Sebanyak 1.050 rumah tangga sasaran di Jawa Barat telah menikmati program ini dengan nilai bantuan Rp742 juta. Secara nasional, program OMOH diharapkan bisa membantu 55.000 warga pra sejahtera.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku, Pemerintah Provinsi berkomitmen terus meningkatkan rasio elektrifikasi di Jabar. Sejak beberapa tahun lalu, Pemprov bersama PLN, Dinas ESDM, dan instansi lainnya berhasil menjangkau lebih dari 21.000 pelanggan baru di daerah terpencil. Saat ini, total pelanggan PLN Jabar mencapai 15 juta.
"Mereka yang belum tersambung listrik mungkin karena lokasinya sulit dijangkau, misalnya di pegunungan dan daerah terpencil. Tetapi saya sudah tugaskan dinas terkait, agar rasio elektrifikasi di Jabar bisa 100% dalam waktu dekat," imbuh Ridwan Kamil.
Kesiapan Pasokan
Selain menggenjot penggunaan energi listrik bagi masyarakat, PLN juga memastikan keandalan pasokan daya listrik. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat Agung Nugraha mengatakan, saat ini pasokan energi listrik di Jawa Barat dalam kondisi sangat mencukupi dengan daya maksimal 12.083 Megawatt (MW). Daya tersebut mampu menampung beban puncak hingga 7.475 MW.
"Kami masih memiliki cadangan daya sebesar 38%. Cadangan daya ini siap untuk melayani potensi pelanggan dengan daya besar hingga 45 pelanggan dengan total daya sebesar 166 MVA," jelas dia.
Kesiapan pasokan daya PLN ditopang oleh banyaknya pembangkit di Jawa Barat, mulai dari PLTA, PLTSa, PLTS dan PLTP. Di provinsi ini, juga terdapat pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang memiliki bauran energi sebesar 47% dari total pembangkit beroperasi.
Pembangkit EBT ini ke depan akan terus bertambah, seiring beroperasinya PLTSa Legok Nangka dengan kapasitas 19 MW dan PLTSa Cikelor dengan kapasitas 5 MW. Selain itu, potensi PLTB di Ciemas, Pelabuhan Ratu, Sukabumi dengan kapasitas 150 MW.
PLN, juga siap menyuplai listrik untuk berbagai proyek strategis di Jawa Barat. Di antaranya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Pengembangan Pelabuhan Patimban, aerocity di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, dan kawasan industri di Subang.
PLN juga menyatakan kesiapannya mendukung program electrifying agriculture di kawasan Pantura. Di antaranya program dedieselisasi. Sebuah program migrasi sumber energi dari diesel ke energi listrik PLN. Program ini akan membidik penggilingan padi, tambak udang, pompa irigasi, industri pengolahan hasil pertanian, dan lainnya.
Belum lama ini, PLN UID Jabar telah menyelesaikan proses tambah daya bagi delapan industri tekstil dan 11 industri pengolahan makanan menjadi tegangan menengah. Kapasitas daya pada industri tekstil tersebut menjadi 13.190 kVA dan industri pengolahan makanan menjadi 56.896 kVA. Industri tersebut tersebar di Majalaya, Cimahi, Karawang, Depok, Cirebon, Bekasi, dan lainnya.
PLN, lanjut dia, membuat berbagai program agar akses listrik warga terus meningkat. Terakhir, PLN menyalurkan dana program corporate social responsibility (CSR) kepada Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat senilai Rp300 juta. Bantuan ini untuk penyambungan listrik gratis bagi 365 pelanggan.
Program lainnya adalah One Man One Hope (OMOH) yang juga membantu banyak rumah tangga pra sejahtera mendapat penyambungan listrik gratis. Sebanyak 1.050 rumah tangga sasaran di Jawa Barat telah menikmati program ini dengan nilai bantuan Rp742 juta. Secara nasional, program OMOH diharapkan bisa membantu 55.000 warga pra sejahtera.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengaku, Pemerintah Provinsi berkomitmen terus meningkatkan rasio elektrifikasi di Jabar. Sejak beberapa tahun lalu, Pemprov bersama PLN, Dinas ESDM, dan instansi lainnya berhasil menjangkau lebih dari 21.000 pelanggan baru di daerah terpencil. Saat ini, total pelanggan PLN Jabar mencapai 15 juta.
"Mereka yang belum tersambung listrik mungkin karena lokasinya sulit dijangkau, misalnya di pegunungan dan daerah terpencil. Tetapi saya sudah tugaskan dinas terkait, agar rasio elektrifikasi di Jabar bisa 100% dalam waktu dekat," imbuh Ridwan Kamil.
Kesiapan Pasokan
Selain menggenjot penggunaan energi listrik bagi masyarakat, PLN juga memastikan keandalan pasokan daya listrik. General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat Agung Nugraha mengatakan, saat ini pasokan energi listrik di Jawa Barat dalam kondisi sangat mencukupi dengan daya maksimal 12.083 Megawatt (MW). Daya tersebut mampu menampung beban puncak hingga 7.475 MW.
"Kami masih memiliki cadangan daya sebesar 38%. Cadangan daya ini siap untuk melayani potensi pelanggan dengan daya besar hingga 45 pelanggan dengan total daya sebesar 166 MVA," jelas dia.
Kesiapan pasokan daya PLN ditopang oleh banyaknya pembangkit di Jawa Barat, mulai dari PLTA, PLTSa, PLTS dan PLTP. Di provinsi ini, juga terdapat pembangkit energi baru terbarukan (EBT) yang memiliki bauran energi sebesar 47% dari total pembangkit beroperasi.
Pembangkit EBT ini ke depan akan terus bertambah, seiring beroperasinya PLTSa Legok Nangka dengan kapasitas 19 MW dan PLTSa Cikelor dengan kapasitas 5 MW. Selain itu, potensi PLTB di Ciemas, Pelabuhan Ratu, Sukabumi dengan kapasitas 150 MW.
PLN, juga siap menyuplai listrik untuk berbagai proyek strategis di Jawa Barat. Di antaranya proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), Pengembangan Pelabuhan Patimban, aerocity di Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, dan kawasan industri di Subang.
PLN juga menyatakan kesiapannya mendukung program electrifying agriculture di kawasan Pantura. Di antaranya program dedieselisasi. Sebuah program migrasi sumber energi dari diesel ke energi listrik PLN. Program ini akan membidik penggilingan padi, tambak udang, pompa irigasi, industri pengolahan hasil pertanian, dan lainnya.
Belum lama ini, PLN UID Jabar telah menyelesaikan proses tambah daya bagi delapan industri tekstil dan 11 industri pengolahan makanan menjadi tegangan menengah. Kapasitas daya pada industri tekstil tersebut menjadi 13.190 kVA dan industri pengolahan makanan menjadi 56.896 kVA. Industri tersebut tersebar di Majalaya, Cimahi, Karawang, Depok, Cirebon, Bekasi, dan lainnya.
(nag)
Lihat Juga :