BNPB Apresiasi Pemprov DKI Dalam Mengantisipasi Potensi Bencana
Kamis, 05 November 2020 - 08:35 WIB
loading...
A
A
A
Selanjutnya dalam mengantisipasi ada pengungsian pada masa pandemi, pihaknya juga telah menyiapkan beberapa hal seperti menyediakan tenda khusus hingga perahu serta tim dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta. “Kemudian disiapkan perahu untuk membawa mereka yang punya gejala atau terpapar Covid-19. Jadi, nanti pengungsian disiapkan, mobilitas juga disiapkan,” pungkas Anies.
Setali tiga uang, Gubernur Ridwan Kamil menyatakan Provinsi Jabar kini berstatus siaga 1 hingga Mei 2021, menyusul prediksi peningkatan potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena La Nina pada musim hujan tahun ini. Dengan status tersebut, gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
“Saya sudah perintahkan BPBD Jabar melakukan simulasi penyelamatan tsunami, harus segera dilakukan di selatan Jabar. Masyarakat harus paham, harus tahu early warning system kalau (tsunami) terjadi, ke mana larinya sudah tahu,” ujar Kang Emil dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin.
Kang Emil mengatakan, seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota di Jabar harus bersiaga, terutama dalam penanganan pascabencana. Selain meningkatkan kesiapsiagaan, upaya pencegahan bencana lewat penanaman pohon juga harus terus dilakukan, terutama di lahan-lahan kritis yang memiliki potensi bencana longsor. (Lihat videonya: Warga Lebak Panggul Motor Menerobos Banjir)
Sebelumnya BMKG meminta pemerintah mengantisipasi datangnya musim hujan menyusul terdeteksinya La Nina di Samudra Pasifik yang berdampak terhadap tingginya curah hujan di Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rapat virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait dampak bencana di musim hujan terhadap kenaikan kasus Covid-19 dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/10/2020). (Binti Mufarida/Agung Bakti Sarasa)
Setali tiga uang, Gubernur Ridwan Kamil menyatakan Provinsi Jabar kini berstatus siaga 1 hingga Mei 2021, menyusul prediksi peningkatan potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena La Nina pada musim hujan tahun ini. Dengan status tersebut, gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
“Saya sudah perintahkan BPBD Jabar melakukan simulasi penyelamatan tsunami, harus segera dilakukan di selatan Jabar. Masyarakat harus paham, harus tahu early warning system kalau (tsunami) terjadi, ke mana larinya sudah tahu,” ujar Kang Emil dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, kemarin.
Kang Emil mengatakan, seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota di Jabar harus bersiaga, terutama dalam penanganan pascabencana. Selain meningkatkan kesiapsiagaan, upaya pencegahan bencana lewat penanaman pohon juga harus terus dilakukan, terutama di lahan-lahan kritis yang memiliki potensi bencana longsor. (Lihat videonya: Warga Lebak Panggul Motor Menerobos Banjir)
Sebelumnya BMKG meminta pemerintah mengantisipasi datangnya musim hujan menyusul terdeteksinya La Nina di Samudra Pasifik yang berdampak terhadap tingginya curah hujan di Indonesia. Hal itu dikatakan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam rapat virtual bersama Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil terkait dampak bencana di musim hujan terhadap kenaikan kasus Covid-19 dari Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (9/10/2020). (Binti Mufarida/Agung Bakti Sarasa)
(ysw)
Lihat Juga :