Hadapi Cuaca Ekstrem Dampak La Nina, Ridwan Kamil: Jabar Siaga 1 hingga Mei 2021
Kamis, 05 November 2020 - 05:17 WIB
loading...
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga mengantisipasi dampak bencana alam akibat fenomena La Nina, Rabu (4/11/2020). Foto/SINDOnews/Agung Bakti Sarasa
A
A
A
BANDUNG - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan, Provinsi Jabar berstatus siaga 1 hingga Mei 2021 menyusul prediksi peningkatan potensi bencana alam akibat cuaca ekstrem dan fenomena La Nina pada musim hujan tahun ini.
Dengan status tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
"Jadi, kesiagaan ini berbanding lurus dengan prediksi BMKG bahwa akan ada curah hujan lebih banyak dan lebih ekstrem. Sehingga, kita menetapkan kesiagaan itu dari November (2020) sampai Mei (2021)," tegas Kang Emil dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (4/11/2020).
Menurut Kang Emil, fenomena La Nina membawa dampak curah hujan yang tinggi dan naiknya gelombang laut.
Kondisi tersebut berakibat pada tingginya potensi banjir. Bahkan, kata Kang Emil, khusus wilayah di kawasan pesisir pantai selatan Jabar, harus juga mewaspadai potensi bencana tsunami.
Dengan status tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu pun menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan di 27 kabupaten/kota bersiaga menghadapi berbagai potensi bencana alam dan penanganan dampaknya.
"Jadi, kesiagaan ini berbanding lurus dengan prediksi BMKG bahwa akan ada curah hujan lebih banyak dan lebih ekstrem. Sehingga, kita menetapkan kesiagaan itu dari November (2020) sampai Mei (2021)," tegas Kang Emil dalam Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Tahun 2020-2021 di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (4/11/2020).
Menurut Kang Emil, fenomena La Nina membawa dampak curah hujan yang tinggi dan naiknya gelombang laut.
Kondisi tersebut berakibat pada tingginya potensi banjir. Bahkan, kata Kang Emil, khusus wilayah di kawasan pesisir pantai selatan Jabar, harus juga mewaspadai potensi bencana tsunami.
Lihat Juga :