Demokrat Bantah Beri Rekomendasi H Arifin Maju Pilkada Bima
Jum'at, 08 Mei 2020 - 23:39 WIB
loading...
A
A
A
Dia memaparkan, proses pencalonan seseorang hingga mendapat rekomendasi menjadi calon kepala daerah dilakukan berjenjang dari tingkat paling bawah dan DPC-DPC Demokrat.
Semakin banyak nama yang diusulkan, semakin bagus. Demokrat juga bekerja sama dengan Himpunan Psikolog Indonesia untuk melakukan tes terhadap para calon untuk mengetahui karakter dan kemampuannya.
“Bagi Demokrat untuk mencari pasangan calon itu bukan mempergunakan politik praktis,tapi banyak pertimbangan, nah pertanyaannya apakah beliau sudah daftar di Kabupaten Bima?,” kata Teuku Riefky Harsya.
Teuku Riefky mengaku menggunakan beberapa kriteria seperti kemampuan sang calon menjadi pemimpin di daerah dan calon yang tidak mencari kekuasaan untuk dirinya sendiri.
“Oleh sebab itu, dalam rangka proses mencari calon, saya nyatakan kepada jajaran partai untuk tidak sembarangan, tidak hanya internal partai, tapi eksternal apakah dia mumpuni untuk memimpin di wilayah masing-masing. Tidak mudah mendapat calon-calon yang mumpuni. Kalau yang sempurna tidak ada, tapi mumpuni itu mendekati sempurna, yang baik, yang mengayomi rakyatnya, tidak mencari kekuasaan untuk dirinya sendiri,” pungkasnya.
Semakin banyak nama yang diusulkan, semakin bagus. Demokrat juga bekerja sama dengan Himpunan Psikolog Indonesia untuk melakukan tes terhadap para calon untuk mengetahui karakter dan kemampuannya.
“Bagi Demokrat untuk mencari pasangan calon itu bukan mempergunakan politik praktis,tapi banyak pertimbangan, nah pertanyaannya apakah beliau sudah daftar di Kabupaten Bima?,” kata Teuku Riefky Harsya.
Teuku Riefky mengaku menggunakan beberapa kriteria seperti kemampuan sang calon menjadi pemimpin di daerah dan calon yang tidak mencari kekuasaan untuk dirinya sendiri.
“Oleh sebab itu, dalam rangka proses mencari calon, saya nyatakan kepada jajaran partai untuk tidak sembarangan, tidak hanya internal partai, tapi eksternal apakah dia mumpuni untuk memimpin di wilayah masing-masing. Tidak mudah mendapat calon-calon yang mumpuni. Kalau yang sempurna tidak ada, tapi mumpuni itu mendekati sempurna, yang baik, yang mengayomi rakyatnya, tidak mencari kekuasaan untuk dirinya sendiri,” pungkasnya.
(zil)
Lihat Juga :