Wisatawan Naik Signifikan, Pariwisata Jabar Setor PAD Rp47 Miliar
Selasa, 03 November 2020 - 22:05 WIB
loading...
A
A
A
Di daerah tersebut, kata Dedi, okupansi hotel selama selama libur panjang berada di kisaran 70-80% dibandingkan libur biasa saat pandemi. Di luar daerah itu, tambah Dedi, okupansi hotel juga ikut meningkat, meski berada di kisaran 40-70%.
"Kalau dihitung rata-rata, okupansi hotel di Jawa Barat saat masa libur panjang kemarin itu berada di angka 55 persen. Artinya, ada peningkatan yang cukup signifikan. Dua bulan sebelumnya, okupansi hotel di kisaran 27 persen hingga 34 persen," jelasnya.
Disinggung mengenai evaluasi terkait upaya pencegahan penyebaran COVID-19 pada masa libur panjang, Dedi tidak berani mengklaim sempurna. Namun, jika dilihat indikator yang ada, pelaku industri pariwisata menurutnya sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Dia menyebut, pelaksanaan pengecekan kesehatan melalui rapid tes sudah makin baik. Total pengetesan dilakukan terhadap 14.000 wisatawan secara acak dengan hasil reaktif sebanyak 408 orang yang mayoritas ditemukan di wilayah Bogor.
"Kami berusaha merealisasikan instruksi Gubernur (Ridwan Kamil) yang ingin mencegah kenaikan kasus COVID-19. Pengawasan pengelola industri pariwisata, pengetesan, sudah kami lakukan dimana hasilnya 408 orang reaktif. Hal itu sudah ditindaklanjuti dengan swab tes dan kini masih menunggu hasilnya, mudah-mudahan hasilnya negatif," tandasnya.
"Kalau dihitung rata-rata, okupansi hotel di Jawa Barat saat masa libur panjang kemarin itu berada di angka 55 persen. Artinya, ada peningkatan yang cukup signifikan. Dua bulan sebelumnya, okupansi hotel di kisaran 27 persen hingga 34 persen," jelasnya.
Disinggung mengenai evaluasi terkait upaya pencegahan penyebaran COVID-19 pada masa libur panjang, Dedi tidak berani mengklaim sempurna. Namun, jika dilihat indikator yang ada, pelaku industri pariwisata menurutnya sudah disiplin menerapkan protokol kesehatan.
Dia menyebut, pelaksanaan pengecekan kesehatan melalui rapid tes sudah makin baik. Total pengetesan dilakukan terhadap 14.000 wisatawan secara acak dengan hasil reaktif sebanyak 408 orang yang mayoritas ditemukan di wilayah Bogor.
"Kami berusaha merealisasikan instruksi Gubernur (Ridwan Kamil) yang ingin mencegah kenaikan kasus COVID-19. Pengawasan pengelola industri pariwisata, pengetesan, sudah kami lakukan dimana hasilnya 408 orang reaktif. Hal itu sudah ditindaklanjuti dengan swab tes dan kini masih menunggu hasilnya, mudah-mudahan hasilnya negatif," tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :