2 Kecamatan di Kota Depok Masuk Zona Kuning, Sembilan Masih Zona Orange

Selasa, 03 November 2020 - 22:01 WIB
loading...
2 Kecamatan di Kota...
Dua kecamatan di Kota Depok masuk Zona Kuning atau wilayah risiko rendah COVID-19 dan sembilan kecamatan masuk zona risiko sedang atau zona orange. Ilustrasi/SINDOnews
A A A
DEPOK - Dua kecamatan di Kota Depok masuk Zona Kuning atau wilayah risiko rendah COVID-19. Saat ini masih sembilan kecamatan yang masuk dalam zona risiko sedang atau Zona Orange.

“Distribusi zonasi kecamatan, ada sembilan kecamatan risiko sedang dan dua kecamatan dalam resiko rendah atau Zona Kuning,” kata Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 (GTPPC) Kota Depok, Dadang Wihana, Selasa (3/11/2020).

Dadang menambahkan, zona berdasarkan tingkat kelurahan saat ini ada delapan kelurahan masuk zona risiko tinggi atau Zona Merah, 50 kelurahan kategori risiko sedang atau Zona Orange, dan lima kelurahan risiko rendah atau Zona Kuning. (Baca juga; Depok Zona Merah Covid-19 Dipicu Klaster Keluarga )

Penetapan zonasi itu berdasarkan penghitungan 14 indikator Kesmas dari data yang diolah dari PICODEP. “Untuk zona risiko kecamatan saat ini terdapat dua kecamatan yang masuk Zona Kuning yaitu Cinere dan Cimanggis. Sebelumnya hanya satu kecamatan yaitu Cinere, kecamatan lainnya Zona Orange,” tukasnya.

Sedangkan lima kelurahan Zona Kuning yaitu Pangkalanjati, Pondok Cina, Pasir Gunung Selatan, Mekarsari dan Cilodong. Sedangkan yang masuk Zona Merah yaitu Kelurahan Kedaung, Cinangka, Duren Mekar Pengasinan, Tanah Baru, Beji, Kemiri Muka dan Sukamaju Baru. (Baca juga; 134 Desa di Kabupaten Bekasi Zona Bebas COVID-19 )

“Untuk kecamatan dan kelurahan yang zona kuning dan orange agar terus melakukan peningkatan upaya pencegahan dan penanganan, sehingg zona risiko wilayah bisa terus ditingkatkan. Untuk wilayah yang termasuk zona merah, agar ekstra waspada dan terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan melalui optimalisasi RW PSKS,” ucapnya.

Dadangn meminta warga untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menerapkan 4M untuk mencegar persebaran dan penularan COVID-19. “Penerapan 4 M mungkin kita sudah jenuh, akan tetapi itulah vaksin yang paling ampuh saat ini,” tutupnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
47 Sekolah Swasta Gratis...
47 Sekolah Swasta Gratis di Depok 2026, dari Pancoran Mas, Beji, hingga Cinere
Depok Wacanakan Stadion...
Depok Wacanakan Stadion Internasional, Ini Deretan Syarat Ketat dari FIFA dan AFC
33 Sekolah Swasta di...
33 Sekolah Swasta di Depok Gratis Jenjang SMP, Cek Daftar Lengkapnya
Rekomendasi
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
Berita Terkini
Dinkes Apresiasi Operasi...
Dinkes Apresiasi Operasi Bibir Sumbing Gratis MNC Peduli dan RS Azra Bogor
MNC Peduli dan Yayasan...
MNC Peduli dan Yayasan Jalinan Kasih Sudah Operasi Lebih dari 5.000 Pasien Bibir Sumbing Sejak 2004
Gelar Operasi Sumbing...
Gelar Operasi Sumbing Gratis, MNC Peduli dan Smiletrain Indonesia Gandeng RS Azra Bogor
Energy Executive Award...
Energy Executive Award 2026 Tegaskan Pentingnya Kepemimpinan Wujudkan Ketahanan Energi
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved