Penyalahgunaan Narkoba Dominasi Kasus Kejahatan di Makassar Selama Pandemi
Selasa, 03 November 2020 - 20:47 WIB
loading...
A
A
A
Sementara kasus curanmor, sambung Supriady menunjukkan indikasi penurunan laporan tiap bulannya. Di Maret, ada 14 kasus, April 6 kasus, Mei 7 kasus, Juni 8 Kasus, Juli 9 Kasus, Agustus 4 kasus, September 6 kasus, dan Oktober 3. Total 57 kasus.
"Yang perlu jadi perhatian itu asalah kasus pembunuhan yang muncul di dua bulan terakhir. September ada 2 kasus, lalu naik Oktober 3 kasus. Dominan terjadi di Panakkukang, Mariso dan Rappocini," papar pria yang akrab disapa Haji Edhy ini.
Baca juga: Polisi Musnahkan Belasan Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
Edhy menuturkan untuk kejahatan kekerasan domestik seperti penganiayaan , pengeroyokan menunjukkan tren dinamis," Paling banyak tiga laporan perbulannya, Agustus Sampai Oktober itu masing-masing 3 kasus. Paling banyak bulan Juni ada 8 kasus," bebernya.
Namun dia tak menafikan perihal tren kejahatan extra ordinary atau kejahatan luar biasa seperti narkoba masih tinggi di situasi pandemi COVID-19 . "Karena Makassar itu, jadi salah satu pintu penyebaran narkoba . Jalur darat, laut dan udara. Tapi kita maksimalkan sinergi dengan instansi terkait utamanya BNN," ucap Edhy.
"Yang perlu jadi perhatian itu asalah kasus pembunuhan yang muncul di dua bulan terakhir. September ada 2 kasus, lalu naik Oktober 3 kasus. Dominan terjadi di Panakkukang, Mariso dan Rappocini," papar pria yang akrab disapa Haji Edhy ini.
Baca juga: Polisi Musnahkan Belasan Kilogram Sabu dan Ribuan Pil Ekstasi
Edhy menuturkan untuk kejahatan kekerasan domestik seperti penganiayaan , pengeroyokan menunjukkan tren dinamis," Paling banyak tiga laporan perbulannya, Agustus Sampai Oktober itu masing-masing 3 kasus. Paling banyak bulan Juni ada 8 kasus," bebernya.
Namun dia tak menafikan perihal tren kejahatan extra ordinary atau kejahatan luar biasa seperti narkoba masih tinggi di situasi pandemi COVID-19 . "Karena Makassar itu, jadi salah satu pintu penyebaran narkoba . Jalur darat, laut dan udara. Tapi kita maksimalkan sinergi dengan instansi terkait utamanya BNN," ucap Edhy.
(luq)
Lihat Juga :