Babak Baru Pertarungan Tiga Paslon di Pilbup Bandung, Begini Kata Pengamat
Senin, 02 November 2020 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Berbicara rencana digitalisasi, kata Yudi, paslon terlebih dahulu harus memahami e-goverment. Menurut Yudi, sebelum mengaktualisasikan 4.0 untuk kepentingan e-goverment dan peningkatan pelayanan publik, mereka terlebih dahulu harus menyiapkan infrastrukturnya.
"Yang disampaikan paslon nomor 3 benar, sebelum ngomong digitalisasi, harus disiapkan dulu internetnya. Harus paham dulu petanya, harus jelas dulu berapa lama target pemerataan internetnya. Baru bicara mengenai utility, kegunaan," jelasnya.
Pria yang juga Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN ini juga menyoroti performa ketiga paslon dalam debat publik tersebut. Menurutnya, secara keseluruhan paslon nomor tiga mampu unggul dari dua paslon lainnya.
"Saya melihat nomor satu (Kurnia Agustina-Usman Sayogi) masih baca (catatan) ya. Artinya pemahamannya masih di permukaan, belum mendalam. Kelihatan lebih retorika yang bicara. Mereka belum bisa mengeksplor visi misinya dan dikaitkan dengan persoalan yang muncul," bebernya.
Sementara paslon nomor dua dinilainya tampil melempem. Yudi menyebut, paslon nomor dua terlihat belum menguasai substansi visi misi termasuk masih lemah dalam mengaitkan persoalan yang muncul dalam debat dengan visi misi dan rencana aksi yang mereka buat.
"Penguasaan data dan eksplorasi terkait persoalan yang disampaikan dalam debat harus lebih disikapi dengan visi misi yang mereka buat. Artinya, penguasaan terhadap substansi visi misi dan persoalan yang mengemuka harus ditingkatkan," katanya.
Yudi menyatakan, dalam debat terbuka tersebut, di antara ketiga paslon, hanya paslon nomor urut 3 yang menunjukkan kepercayaan dirinya sebagai calon pemimpin.
"Yang disampaikan paslon nomor 3 benar, sebelum ngomong digitalisasi, harus disiapkan dulu internetnya. Harus paham dulu petanya, harus jelas dulu berapa lama target pemerataan internetnya. Baru bicara mengenai utility, kegunaan," jelasnya.
Pria yang juga Wakil Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan IPDN ini juga menyoroti performa ketiga paslon dalam debat publik tersebut. Menurutnya, secara keseluruhan paslon nomor tiga mampu unggul dari dua paslon lainnya.
"Saya melihat nomor satu (Kurnia Agustina-Usman Sayogi) masih baca (catatan) ya. Artinya pemahamannya masih di permukaan, belum mendalam. Kelihatan lebih retorika yang bicara. Mereka belum bisa mengeksplor visi misinya dan dikaitkan dengan persoalan yang muncul," bebernya.
Sementara paslon nomor dua dinilainya tampil melempem. Yudi menyebut, paslon nomor dua terlihat belum menguasai substansi visi misi termasuk masih lemah dalam mengaitkan persoalan yang muncul dalam debat dengan visi misi dan rencana aksi yang mereka buat.
"Penguasaan data dan eksplorasi terkait persoalan yang disampaikan dalam debat harus lebih disikapi dengan visi misi yang mereka buat. Artinya, penguasaan terhadap substansi visi misi dan persoalan yang mengemuka harus ditingkatkan," katanya.
Yudi menyatakan, dalam debat terbuka tersebut, di antara ketiga paslon, hanya paslon nomor urut 3 yang menunjukkan kepercayaan dirinya sebagai calon pemimpin.
Lihat Juga :