Aktivis Kritik Pelaksanaan Debat Kandidat Pilkada Pangkep

Minggu, 01 November 2020 - 23:01 WIB
loading...
Aktivis Kritik Pelaksanaan...
Ilustrasi. Foto: SINDOnews
A A A
PANGKEP - Pelaksanaan debat publik pilkada Kabupaten Pangkep jilid satu mendapat sorotan dari sejumlah aktivis. Penayangan debat secara live streaming dinilai tidak efektif, lantaran banyaknya wilayah terpencil di Kabupaten Pangkep.

Minimnya warga yang menonton debat pilkada tersebut terlihat dari jumlah penonton yang sampai pukul 18.00 Wita atau lima jam setelah debat selesai, jumlah 31 ribu kali ditonton. Jumlah ini tak mencapai 30 persen dari jumlah pemilih dalam DPT pilkada yang sebesar 236.945 orang.

Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pangkep, Ansar menyayangkan langkah KPU Pangkep menayangkan debat via streaming YouTube. Menurutnya, banyak warga Pangkep yang berada di gunung maupun pulau yang tidak bisa menyaksikan debat karena tidak terjangkau sinyal.

Baca juga: MYL Janjikan Peningkatan Anggaran untuk Wilayah Kepulauan

"Debat ini penting bagi pemilih untuk tahu visi misi dan kualitas masing-masing calon. Dengan live streaming, banyak yang tidak bisa melihat debat," kata Ansar, Minggu (1/11/2020).

Selain menyoroti pelaksanaan debat dengan live streaming, PMII juga menilai metode debat KPU Pangkep tidak maksimal dalam memberi kesempatan kepada calon untuk mengeksplorasi gagasan. "Kesannya sekadar seremoni saja, sekadar menjalankan tahapan pemilukada saja," ucapnya.

"Semoga di debat kedua nanti bisa lebih baik dan bisa diakses masyarakat luas," ujarnya.

Sementara itu aktivis perempuan, Hania mengatakan, live streaming bukan satu-satunya cara untuk menyiarkan debat agar mudah diakses masyarakat. Ia meminta KPU Pangkep tidak lupa, bahwa Kabupaten Pangkep memiliki wilayah terpencil di pegunungan dan kepulauan terluar.

"Untuk wilayah daratan masih besar kemungkinan untuk menjangkaunya itupun bagi yang memang menunggu debat ini, sementara untuk kepulauan terluar dan pegunungan saya pastikan tidak bisa menjangkau, melihat dan mengakses debat kandidat tersebut," kata Hania.

Menurutnya, metode debat KPU juga tidak memberi waktu yang cukup untuk menjelaskan lebih jauh program dan visi misi mereka. "Tadi itu bukan debat tapi anda bertanya saya menjawab," ujarnya.

Baca juga: Salman Sanusi Tegaskan Keluarga Besarnya Dukung Chaidir-Suhartina

Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pangkep, Yulianto Ardiwinata mengatakan, lebih baik debat mendatang digelar di Pangkep saja karena selain alasan efisiensi anggaran, juga terkait pandemi COVID-19 yang saat ini melanda. Yulianto yakin, pelaksanaan debat di Pangkep bisa lebih optimal dibanding di Makassar.

"Saran saya kepada KPU Pangkep, agar debat berikutnya dilaksanakan di Pangkep saja, kenapa harus jauh jauh ke Makassar, kenapa tidak dilaksanakan di Pangkep saja, kalau dilaksanakan di pangkep tentunya akan bisa menekan pengeluaran anggaran juga yang notabene bisa digunakan untuk optimalisasi pelaksanaan pilkada di tengah pandemi," terangnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Pangkep , Saiful Mujib saat dikonfirmasi belum merespons.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PDPB Oktober 2021, KPU...
PDPB Oktober 2021, KPU Luwu Timur Coret 487 Pemilih
KPU Pangkep Dapat Hibah...
KPU Pangkep Dapat Hibah Rp166 Juta dari Pemerintah
Pemkab Pangkep dan KPU...
Pemkab Pangkep dan KPU Sepakat Wujudkan Pemilu Berkualitas
Rekomendasi
PLN Lakukan Pemadaman...
PLN Lakukan Pemadaman Bergilir di Pulau Jawa, Ini Penyebabnya
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
ITS Raih Peringkat 497...
ITS Raih Peringkat 497 Dunia di QS WUR 2027, Unggul pada Rasio Mahasiswa Internasional
Berita Terkini
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Tim Advokasi: Dedi Saputra...
Tim Advokasi: Dedi Saputra Cukup Dijatuhi Hukuman Pengawasan dan Kerja Sosial
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bakal Geruduk DPR, Bawa Tiga Tuntutan Rakyat
Warga Tangsel Resah...
Warga Tangsel Resah Dipungut Biaya Pemakaman hingga Jutaan Rupiah
Aksi Perampokan di Menteng,...
Aksi Perampokan di Menteng, Korban Kritis Akibat 7 Luka Tusuk
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
Infografis
5 Nama Kandidat Pengganti...
5 Nama Kandidat Pengganti Yahya Sinwar sebagai Pemimpin Hamas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved