Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah, Begini Strategi Inovatif Rusdy-Ma'mun

Minggu, 01 November 2020 - 21:20 WIB
loading...
Tingkatkan Pendapatan...
Calon Wakil Gubernur Sulteng, Mamun Amir menyatakan harus ada strategi kreatif dan inovatif dalam meningkatkan PAD. Foto/Ist
A A A
PALU - Upaya peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) untuk membangun pelayanan publik di Sulawesi Tengah (Sulteng) memerlukan strategi yang inovatif. Hal ini menjadi salah satu yang jadi fokus pasangan Calon Gubernur-Wakil Gubernur Sulteng, Rusdy Mastura-Ma'mun Amir.

"Saya akan perbaiki jalan yang rusak, namun sayangnya PAD kita masih rendah sehingga belum bisa mengakomodir jalan-jalan kita yang rusak. Jadi kita harus tingkatkan PAD menjadi lebih baik, karena kita tidak bisa perbaiki jalan di Balantak," jelas Rusdy dalam keterangan tertulis, Minggu (1/11/2020). (Baca juga: Tjahjo Kumolo Kurang Sepakat Jika Hak Pilih ASN Dicabut di Pemilu)

Ma'mun Amir menambahkan, terkait infrastruktur baik di perkotaan atau di pedesaan, pihaknya memiliki program subsidi pembangunan Rp100 miliar per kabupaten. "Jadi saat debat saya sampaikan dengan ilustrasi kalau Rp100 miliar ini bersumber dari APBD provinsi. Selain itu seperti apa yang disampaikan pak Rusdy terkait peningkatan PAD kita harus kreatif dan inovatif," ujar Ma'mun. (Baca juga: 67 Kepala Daerah Kena Tegur soal Pilkada 2020, Salah Satunya Wali Kota Risma)

Dalam programnya yang tertuang dalam Sulteng Maju dan Mandiri, Rusdy Mastura memiliki program dalam meningkatkan pendapatan daerah seperti melalui inovasi komoditas unggulan. Selanjutnya partisipasi perseroan daerah dalam pengelolaan sumber daya minyak dan gas, kemudian melalui divestasi perseroan daerah dalam kegiatan hulu dan hilir pertambangan mineral, serta melalui perluasan alat rekam pajak dan penarikan retribusi informasi dan teknologi.

"Sulawesi Tengah ini kaya, kita memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah mulai dari pertambangan mineral sampai emas dan segala-galanya lah, tapi masyarakat kita masih banyak yang miskin. Kenapa ini apa yang salah," tandas Rusdy.

Mengenai peraturan Menteri Pertambangan nomor 37 tentang Partisipasi Interest (PI), Rusdy Mastura menegaskan jika dirinya terpilih sebagai gubernur, maka harus membuat perda-perda agar anggaran CSR perusahaan pertambangan itu masuk di walidana.

"Nanti saya terapkan peraturan menteri pertambangan itu, kalau terkait komoditi misalnya udang vaname 1.000 hektare itu harga di Palu Rp50 ribu kenapa perusahaan daerah kita tidak diarahkan kesitu saja," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
10 Petinju dengan Pendapatan...
10 Petinju dengan Pendapatan Tertinggi Sepanjang Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved