Dik Doank dkk Berbagi Pengalaman di Rutan Klas 1 Makassar
Minggu, 01 November 2020 - 20:17 WIB
loading...
Dik Doank bersama mantan Gitaris Geisha, Dewa Putu Adi dan Anggota Grup Nasyid Snad, Ustad Agus Idwar, memberikan tausiyah di Masjid Rutan Klas 1 Makassar, Minggu (1/11). Foto: SINDONews/Faisal Mustafa
A
A
A
MAKASSAR - Tiga seniman kawakan asal DKI Jakarta yang kini telah hijrah dan menggeluti dunia dakwah, Dik Doank, mantan Gitaris Geisha, Dewa Putu Adi dan Anggota Grup Nasyid Snad, Ustad Agus Idwar, jadi tamu spesial di Rutan Klas 1 Makassar, Minggu (1/11).
Mereka tidak datang untuk memberikan lagu ataupun menghibur, tetapi ketiganya memberikan tausiyah kepada para penghuni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan jajaran petugas di Masjid Nurul Iman Rutan Makassar. (Baca Juga: rutan-makassar-musnahkan-barang-hasil-razia-usai-upacara-kemerdekaan)
Dik Doank menyampaikan, kehadiran bersama dua rekan sesama pendakwah ingin berbagi pengalaman rohani islamiah kepada WBP sebelum dan setelah berhijrah. Tanpa bermaksud menggurui. Pria bernama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma menerangkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya lebih banyak memberikan motivasi dan semangat kepada WPB.
“Dalam menjalani proses hukum, senantiasa ikhlas menerima ketentuan dari Allah. Karena ketika ikhlas, semua akan ringan terasa. Semoga ini kali terakhir saudara berada di sini,” kata Dik Doank dalam keterangan resmi yang diterima SINDONews. (Baca Juga: dik-doank-ceramahi-napi-lapas-kerobokan)
Sedangkan, Ustadz Agus Idwar mengajak WPB untuk senantiasa berbuat baik, mulai dari hal sekecil apapun itu. Dia menyampaikan segala sesuatu yang diberikan kepada orang lain, maka itu juga yang akan kita terima. “Ketika kita memberi salam, Assalamu alaikum, maka orang akan menjawab, alaikum salam. Dan ketika memberi salam Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, maka ia pun dijawab waalaikum salam wa rahmatullahi wabarakatuh,” ucap Agus.
Mereka tidak datang untuk memberikan lagu ataupun menghibur, tetapi ketiganya memberikan tausiyah kepada para penghuni Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan jajaran petugas di Masjid Nurul Iman Rutan Makassar. (Baca Juga: rutan-makassar-musnahkan-barang-hasil-razia-usai-upacara-kemerdekaan)
Dik Doank menyampaikan, kehadiran bersama dua rekan sesama pendakwah ingin berbagi pengalaman rohani islamiah kepada WBP sebelum dan setelah berhijrah. Tanpa bermaksud menggurui. Pria bernama lengkap Raden Rizki Mulyawan Kertanegara Hayang Denada Kusuma menerangkan, dalam kesempatan tersebut pihaknya lebih banyak memberikan motivasi dan semangat kepada WPB.
“Dalam menjalani proses hukum, senantiasa ikhlas menerima ketentuan dari Allah. Karena ketika ikhlas, semua akan ringan terasa. Semoga ini kali terakhir saudara berada di sini,” kata Dik Doank dalam keterangan resmi yang diterima SINDONews. (Baca Juga: dik-doank-ceramahi-napi-lapas-kerobokan)
Sedangkan, Ustadz Agus Idwar mengajak WPB untuk senantiasa berbuat baik, mulai dari hal sekecil apapun itu. Dia menyampaikan segala sesuatu yang diberikan kepada orang lain, maka itu juga yang akan kita terima. “Ketika kita memberi salam, Assalamu alaikum, maka orang akan menjawab, alaikum salam. Dan ketika memberi salam Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh, maka ia pun dijawab waalaikum salam wa rahmatullahi wabarakatuh,” ucap Agus.
Lihat Juga :