Cerita Hantu Budeg di Perlintasan Kereta Klingkit-Rawa Buaya Jakarta Barat
Kamis, 29 Oktober 2020 - 20:39 WIB
loading...
A
A
A
Pengendara itu baru menyadari ada kereta, setelah melihat sorot lampu kereta. Dari situlah ia baru sadar kereta sudah dekat. Karena tak bisa melanjutkan perjalanan, pengendara memilih lompat dari mobil. “Untungnya selamat. Tapi mobilnya ringsek dan jatuh ke kali,” kata Yadi. (Baca: Konon Ini 4 Tempat Angker di Jakarta Timur)
Di Rawa Buaya, sekitar tiga kilometer dari Kampung Klingkit, hal serupa terjadi. Banyak kecelakaan yang terjadi karena ulah hantu budeg. “Padahal di sana juga banyak orang dan melintas di sana,” kata Wildan, salah satu warga. Wildan menyebut banyak kejadian di sana tak lepas dari hantu budeg. Mereka kerap tak mendengar suara kereta.
Vice President Public Relation PT KAI, Joni Martinus, mengatakan, banyak jalur rel kereta api yang tidak steril. Artinya lalu lintas orang masih terlihat di kawasan itu.
Karena itu, untuk mencegah korban jiwa beberapa lokasi itu dikasih semboyan 44, yang artinya masinis yang melintas wajib membunyikan klakson.
Di Rawa Buaya, sekitar tiga kilometer dari Kampung Klingkit, hal serupa terjadi. Banyak kecelakaan yang terjadi karena ulah hantu budeg. “Padahal di sana juga banyak orang dan melintas di sana,” kata Wildan, salah satu warga. Wildan menyebut banyak kejadian di sana tak lepas dari hantu budeg. Mereka kerap tak mendengar suara kereta.
Vice President Public Relation PT KAI, Joni Martinus, mengatakan, banyak jalur rel kereta api yang tidak steril. Artinya lalu lintas orang masih terlihat di kawasan itu.
Karena itu, untuk mencegah korban jiwa beberapa lokasi itu dikasih semboyan 44, yang artinya masinis yang melintas wajib membunyikan klakson.
(thm)
Lihat Juga :