Cerita Hantu Budeg di Perlintasan Kereta Klingkit-Rawa Buaya Jakarta Barat
Kamis, 29 Oktober 2020 - 20:39 WIB
loading...
Perlintasan kereta api Kampung Klingkit, RT 01/RW 011, Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Foto: SINDOnews/Yan Yusuf
A
A
A
ENTAH sudah berapa banyak korban yang tersambar kereta di sekitar Kampung Klingkit, dekat Kali Pesanggrahan hingga Stasiun Rawa Buaya. Kejadian terbaru, driver ojek online terserempet KRL Commuter Line di perlintasan kereta api Kampung Klingkit, RT 01/RW 011.
Banyak warga menyebut kejadian di sana tak lepas dari mitos hantu budeg di kawasan itu. “Masalahnya sebelum tertabrak, warga sudah teriak dan meminta korbannya menyingkir. Tapi seperti tidak mendengar,” kata Firman, penjaga persimpangan sebidang di kawasan Kampung Klingkit, Rawa Buaya, Cengkareng, Kamis (29/10/2020).
Perlintasan Kampung Klingkit berada tepat di samping Kali Pesanggrahan yang mengalir dari Kembangan sebelum tembus ke Cengkareng Drain. Di sana terdapat double track kereta dan ratusan perjalanan KRL dan KA Bandara melintas setiap harinya. (Baca juga: Driver Ojol Tersambar KRL, Nyawa Selamat Motor Ringsek)
Firman mengatakan, jauh sebelum dirinya jadi sukarelawan penjaga perlintasan disana, hampir per tiga bulan sejak tahun 2007-an, orang dan kendaraan tersambar kereta api di sana. Beberapa korban diantarannya tewas di tempat.
Layaknya seperti orang linglung, para pejalan kaki yang tertabrak dan terserempet seperti tak mendengar suara kereta, termasuk bunyi klakson yang melingking. “Logika saja, kalau tidak ada gangguan, mereka pasti mendengarkan suara kereta,” kata Firman.
Rekan Firman, Yadi, juga mengatakan selain menimpa pejalan kaki, banyak pengendara yang menjadi korban. Mereka tampak tidak mendengar bunyi klakson dan mesin kereta. (Baca juga: Melihat Pemandian Keramat Banyu Mudal di Depok yang Konon Bisa Menyembuhkan Penyakit)
Yadi pernah menyelamatkan pemobil yang selamat pada tahun 2012 silam. Kala itu, pengendara mobil bak tak mendengar suara apapun di perlintasan, sekalipun dua kaca mobil dibuka lebar.
Banyak warga menyebut kejadian di sana tak lepas dari mitos hantu budeg di kawasan itu. “Masalahnya sebelum tertabrak, warga sudah teriak dan meminta korbannya menyingkir. Tapi seperti tidak mendengar,” kata Firman, penjaga persimpangan sebidang di kawasan Kampung Klingkit, Rawa Buaya, Cengkareng, Kamis (29/10/2020).
Perlintasan Kampung Klingkit berada tepat di samping Kali Pesanggrahan yang mengalir dari Kembangan sebelum tembus ke Cengkareng Drain. Di sana terdapat double track kereta dan ratusan perjalanan KRL dan KA Bandara melintas setiap harinya. (Baca juga: Driver Ojol Tersambar KRL, Nyawa Selamat Motor Ringsek)
Firman mengatakan, jauh sebelum dirinya jadi sukarelawan penjaga perlintasan disana, hampir per tiga bulan sejak tahun 2007-an, orang dan kendaraan tersambar kereta api di sana. Beberapa korban diantarannya tewas di tempat.
Layaknya seperti orang linglung, para pejalan kaki yang tertabrak dan terserempet seperti tak mendengar suara kereta, termasuk bunyi klakson yang melingking. “Logika saja, kalau tidak ada gangguan, mereka pasti mendengarkan suara kereta,” kata Firman.
Rekan Firman, Yadi, juga mengatakan selain menimpa pejalan kaki, banyak pengendara yang menjadi korban. Mereka tampak tidak mendengar bunyi klakson dan mesin kereta. (Baca juga: Melihat Pemandian Keramat Banyu Mudal di Depok yang Konon Bisa Menyembuhkan Penyakit)
Yadi pernah menyelamatkan pemobil yang selamat pada tahun 2012 silam. Kala itu, pengendara mobil bak tak mendengar suara apapun di perlintasan, sekalipun dua kaca mobil dibuka lebar.
Lihat Juga :