Bupati Humbang Hasundutan: Food Estate Dikelola dengan Benar Hasilkan Rp14 Triliun Per Tahun
Rabu, 28 Oktober 2020 - 11:47 WIB
loading...
A
A
A
"Lalu, kabar itu saya sampaikan ke Menko Kemaritiman dan Menko Kemaritiman bertanya apa masih ada lahan di Humbahas serta saya jawab ada dan lahan itu sudah pernah saya paparkan kepada pak Jokowi. Lalu, Menteri Pertanian datang ke Humbahas melihat budidaya tanaman bawang merah, bawang putih dan kentang Indofood. Menteri Pertanian-pun paparan ke pak Jokowi, tentang kunjungannya ke Humbahas," kata Dosmar Banjarnahor.
Kemudian, kata Dosmar Banjarnahor, Menko Kemaritiman mengundang dia 25 Juni 2020 untuk pemaparan di istana Bogor. Dan Menko Kemaritiman bertanya, kalau lahan dikelola 30.000 hektare, berapa kira-kira hasil penjualan produksinya dan berapa untungnya untuk 3 komoditas, yakni bawang merah, bawang putih dan kentang.
Menurut dia, kalau dikerjakan dengan cara yang benar sesuai dengan rekomendasi lembaga pertanian, bisa diperoleh sekitar Rp14 triliun per tahun serta menyerap tenaga kerja yang banyak. Kalau dibandingkan berapa impor per tahun pangan dari luar negeri. Misalnya Thailand dan Vietnam, tentunya masih untung kalau lahan food estate itu diurus dengan baik.
"Lalu berproseslah dan kita berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk memperoleh data seberapa luas lahan yang tidak produktif di Humbahas, agar diolah. Pak Jokowi sarankan, agar dibuat skema pengolahan lahan, yakni semua diberikan kepada petani dan tidak boleh diberikan kepada pihak ketiga. Semua murni petani, tetapi pengelolaan lahan itu harus ada bapak angkat semacam oftaker. Jangan lagi petani hanya menanam, namun tidak jelas siapa yang menampung produksi pertaniannya dan harus dicari skemanya," kata Dosmar Banjarnahor.
Kemudian, kata Dosmar Banjarnahor, dilakukan rapat dengan Kementerian teknis dan pada pidato kenegaraan 14 Agustus 2020, Presiden Jokowi menyampaikan akan membuat food estate di Sumut. Pasca pidato Presiden, Menteri Pertanian datang lagi ke Humbahas dan hari ini Selasa 27 Oktober 2020, Presiden Jokowi berkunjung meninjau food estate di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Humbahas Sumut.
Kemudian, kata Dosmar Banjarnahor, Menko Kemaritiman mengundang dia 25 Juni 2020 untuk pemaparan di istana Bogor. Dan Menko Kemaritiman bertanya, kalau lahan dikelola 30.000 hektare, berapa kira-kira hasil penjualan produksinya dan berapa untungnya untuk 3 komoditas, yakni bawang merah, bawang putih dan kentang.
Menurut dia, kalau dikerjakan dengan cara yang benar sesuai dengan rekomendasi lembaga pertanian, bisa diperoleh sekitar Rp14 triliun per tahun serta menyerap tenaga kerja yang banyak. Kalau dibandingkan berapa impor per tahun pangan dari luar negeri. Misalnya Thailand dan Vietnam, tentunya masih untung kalau lahan food estate itu diurus dengan baik.
"Lalu berproseslah dan kita berkoordinasi dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk memperoleh data seberapa luas lahan yang tidak produktif di Humbahas, agar diolah. Pak Jokowi sarankan, agar dibuat skema pengolahan lahan, yakni semua diberikan kepada petani dan tidak boleh diberikan kepada pihak ketiga. Semua murni petani, tetapi pengelolaan lahan itu harus ada bapak angkat semacam oftaker. Jangan lagi petani hanya menanam, namun tidak jelas siapa yang menampung produksi pertaniannya dan harus dicari skemanya," kata Dosmar Banjarnahor.
Kemudian, kata Dosmar Banjarnahor, dilakukan rapat dengan Kementerian teknis dan pada pidato kenegaraan 14 Agustus 2020, Presiden Jokowi menyampaikan akan membuat food estate di Sumut. Pasca pidato Presiden, Menteri Pertanian datang lagi ke Humbahas dan hari ini Selasa 27 Oktober 2020, Presiden Jokowi berkunjung meninjau food estate di Desa Riaria, Kecamatan Pollung, Humbahas Sumut.
(nth)
Lihat Juga :